IN MEMORIAM AYAH , IBU , KEDEKATANNYA DENGAN TUN DATO HAMDAN BIN SHEIKH TAHIR, PULAU PINANG MALAYSIA (SEBUAH KENANGAN)
Ayah dan ibu , aku juga, pernah tinggal di Johor Baru , karena ayah mendapat tugas untuk mengajar di malaysia. Saat itu Malaysia mulai menjalin kerjasama dengan pemerintah Indonesia. Jadi banyak dosen dan guru-guru Indonesia dikirim oleh pemerintah RI untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Malaysia. Ayah mendapat tugas tahun 1969 sampai dengan tahun 1974.
Ayahku Amir Achmad
Ayahku, Amir Achmad
Banyak kerabat ibuku yang berasal dari Sumatera Barat , sudah menjadi warga negara Malaysia. Salah satunya , tokoh pendidik terkenal TunDato Hamdan Bin Sheikh Tahir. Yang pada tahun 1989-2001 , mendapat amanah untuk menjadi Yang DiPertua Negeri Pulau Pinang Malaysia. Saat kami tinggal di Johor Baharu itulah , kekerabatan ayah, ibu dengan Datuk Hamdan (panggilan hormat kami kepada beliau) kian erat terjalin.
Tun Dato Seri Hamdan bin Sheikh Tahir, saat menjadi Yang Dipertua Pulau Pinang Malaysia
Tun Dato Seri Hamdan bin Sheikh Tahir,
saat menjadi Yang Dipertua Pulau Pinang Malaysia
Screenshoot dari buku biografi Tun Dato Seri Hamdan bin Sheikh Tahir, Malaysia.
CERITA DALAM FOTO
Kiri : Dato Hamdan bin Sheikh Tahir, Kanan: Amir Achmad ayahku
Ayah (alm) Amir Achmad, di tengah, pakai baju hitam. Di samping kanan ayah, paman sepupu ibuku , Datuk Tun Hamdan Bin Sheikh Tahir (alm_. Yang pernah menjadi Yang Dipertuan Negeri Pulau Pinang Malaysia. Berfoto bareng di depan Pusat Falak Sheikh Tahir, Pulau Pinang Malaysia.
Ayah dari Dato Hamdan Bin Sheikh Tahir , adalah Sheikh Tahir , dikenal dengan nama lengkapnya Muhammad Tahir Jalaluddin , ulama terkenal Malaysia, yang memiliki keahlian ilmu Falak.
Muhammad Tahir Jalaluddin
Muhammad Amin Datuk Bagindo , Kakak kandung Muhammad Tahir Jalaluddin
Muhammad Tahir Jalaluddin, adalah adik kandung dari Muhammad Amin Datuk Bagindo (kakek ibuku).
Ibuku (alm) , berbaju merah. Bersama sepupu dan keponakan, bersilaturahmi kepada paman sepupu ayahnya, Dato Hamdan Bin Sheikh Tahir (tengah) , di kediaman resminyua sebagai Yang Dipertua Negeri Pulau Pinang, Malaysia. Gedung SERI MUTIARA,
Ibuku Saat berada di SERI MUTIARA Pulau Pinang , kediaman resmi (rumah dinas) Datuk Hamdan Bin Sheikh Tahir sebagai Yang Di Per Tua Negeri Pulau Pinang Malaysia (1989-2001)
Potret Keluarga Datuk Hamdan Bin Sheikh Tahir , bersama anak istri dan menantu serta cucu
Foto lawas, aku (tengah) bersama Aisah putri dari Dato Hamdan bin Sheikh Tahir, saat berkunjunga ke Indonesia , di Hotel Cipaku Indah.
SYEKH AHMAD KHATIB, IMAM MASJIDIL HARAM YANG SEPUPU KAKEK BUYUTKU
Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi , adalah salah satu dari 3 ulama asal Indonesia yang pernah menjadi Imam Masjidil Haram .
Tiga (3) ulama asal Indonesia, yang pernah menjadi Imam Masjidil Haram di Makkah Al Mukaromah. Syekh Jumaid al Batawi , Syekh Nawawi Al Bantani, Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi .
Syekh Ahmad Khatib , saudara sepupu Muhammad Amin Datuk Bagindo dan Muhammad Tahir Jalaluddin, adalah putra dari Limba Uray (ibunya) wanita dari Kampung Tuo Ampe Angke Bukittinggi .
Limba Uray memiliki kakak perempuan bernama Gandam Uray , yang wafat ketika putra bungsunya (Muhammad Tahir Jalaluddin ) masih kecil . Muhammad Tahir Jalaludin juga telah menjadi anak yatim (ditinggal wafat ayahnya ) saat masih 2 tahun, dan yatim piatu saat usia 6 tahun.
Muhammad Tahir Jalaludin setelah dewasa ulama terkenal di Semenanjung Malaysia.
Muhammad Tahir Jalaluddin
Muhammad Tahir Jalaluddin juga memiliki kakak kandung lelaki , bernama Muhammad Amin Datuk Bagindo, kakek buyutku dari pihak ibu.
Muhammad Amin (bin Muhammad bin Jalaluddin) Datuk Bagindo , kakek buyutku dari pihak ibu.
Salah satu putra Muhammad Amin Datuk Bagindo, adalah Muhammad Yunus Bin Muhammad Amin . Muhammad Yunus adalah ayah dari ibuku (Noerhajati) , alias kakekku.
Muhammad Yunus Bin Muhammad Amin Datuk Bagindo
Muhammad Tahir Jalaluddin, yang masih kecil dan yatim piatu , diasuh , dididik dan dibesarkan oleh bibinya Limba Uray (ibu dari Sheikh Ahmad Khatib) .
Selanjutnya Muhammad Tahir Jalaluddin ikut pindah ke Mekah , menyusul kakak sepupunya , lalu dibesarkan dan dididik oleh kakak sepupunya Syekh Ahmad Khatib , tinggal bersama keluarga besar mertua Syekh Ahmad Khatib juga.
Mendapat asuhan , pemeliharaan dan pendidikan yang baik dari kakak sepupunya sendiri, tumbuh menjadi sosok yang giat belajar dan mengajar. Muhammad Tahir Jalaluddin berkuliah di Mesir dan menjadi ulama terkenal di Malaysia, menikahi wanita Pulau Pinang dan menjadi warga negara Malaysia.
Salah satu putranya , Datuk Hamdan Bin Sheikh Tahir, menjadi tokoh pendidikan di Malaysia, dan pernah menjadi Yang Di Pertua Negeri Pulau Pinang.
Datuk Hamdan Bin Sheikh Tahir
Ibundaku Noerhajati , bersama adik bungsuku tahun 1997.
ALBUM FOTO KENANGAN AYAH DAN KELUARGA DATUK HAMDAN BIN SHEIKH TAHIR
Kenangan ayahku (alm) saat makan siang di kediaman Datuk Hamdan Bin Sheikh Tahir , Pulau Pinang Malaysia.
Kenangan ayahku (alm) saat makan siang di kediaman Datuk Hamdan Bin Sheikh Tahir , Pulau Pinang Malaysia.
Kenangan ayahku (alm) saat makan siang di kediaman Datuk Hamdan Bin Sheikh Tahir , Pulau Pinang Malaysia.
Peran Tun Dato DR H Hamdan Bin Sheikh Tahir (Keturunan Minangkabau Indonesia) dalam MEMAJUKAN PENDIDIKAN DI MALAYSIA
Siapakah Menteri di Dunia Pendidikan saat itu? Kemajuan dunia pendidikan di Malaysia sebenarnya salah satunya tak lepas dari jasa almarhum Tun Dato DR H. Hamdan Bin Sheikh Tahir . Beliau adalah arsitek peningkatan kualitas pendidikan di Malaysia.
Ayahanda beliau, bernama Sheikh Muhammad Tahir Jalaluddin , adalah asli orang Bukittinggi. Sheikh Muhammad Tahir Jalaluddin adalah adik sepupu sekaligus anak angkat ulama terkenal Achmad Khatib al Minangkabau (pernah menjadi imam Masjidil Haram)
Tahun 1966 hingga tahun 1976 beliau berperan sebagai Ketua Pengarah Pendidikan Malaysia . Dan di tahun 1976 hingga tahun 1982 memegang tugas sebagai Naib Canselor Universiti Sains Malaysia , Pulau Pinang (Penang). Selain sebagai Wakil Tetap Malaysia dan Duta di UNESCO , Paris , Prancis dari tahun 1982-1985.
Dan sejak 1 Mei 1989 , DR H. Hamdan Bin Sheikh Tahir , dengan gelar lengkapnya Tuanku Yang Terutama Dato’ Seri (DR) H. Hamdan Bin Sheikh Tahir .M.N, P.S.M,., D.U.P.N., D.P, DMPN , K.M.N., resmi dilantik sebagaiTuan Yang Terutama Yang di-Pertua Negeri Pulau Pinang.
Pada tahun 1993 bulan Agustus beliau dilantik sebagai Canselor Universiti Pertanian Malaysia.
Dalam menjalani pelbagai jabatan tersebut ada jabatan rangkap yang juga diembannya. Sebut saja sebagai Pengurus Lembaga Gubernur Dewan Bahasa dan Pustaka 1966 hingga 1976. Selain merangkap sebagai tenaga ahli di beberapa insititusi kependidikan Universiti Pertanian Malaysia. Institut Teknologi Malaysia (sekarang Univeristi Teknologi Malaysia) dan Maktab Tentara di Raja Malaysia.
Tahun 1976 hingga 1986 sebagai Persatuan Penyelamat Kelemasan Malaysia.
Begitu banyak peran penting beliau di negeri jiran Malaysia. Jejak pendidikannya antara di mulai dari Sekolah Rendah Melayu , Kuala Kangsar, lalu Sekolah menengah Clifford, Raffles College Singapura, termasuk beasiswa yang juga ia peroleh untuk belajar di University of Nottingham , lalu University of London dan Universiti Malaya Singapura. . Sementara berbagai profesi guru seperti mengajar di Sekolah Clifford , dan sebagai Pengetua di Sekolah Iskandar Shah , Parit, Perak dan sebagainya.
Pengabdian dan minatnya di dunia pendidikan , telah memberi warna segar dalam dunia pendidikan Malaysia. Tak heran jika dulu berbondong-bondong warga Malaysia mengejar pendidikan tinggi di Indonesia, kini mulai terjadi sebaliknya. Dulu Malaysia mengundang banyak dosen dan guru untuk mengajar di Malaysia , di sekolah menengah , sekolah menangah kejuruan dan perguruan tingginya.
Ayah ku , salah satu yang memperbaiki pendidikan Fisika sekaligus Lab Fisika Sekolah Menengah Kejuruan di Sekolah SULTAN ISMAIL Johor Baharu.
Saat itu ayah ditawari untuk pindah menjadi warga negara Malaysia, dan menetap di sana. Seorang sahabat ayah , Paman Syahrir, adlaah salah satu yang akhirnya menjadi warga negara Malaysia.
Menghargai guru dengan gaji atau imbalan bagi guru dan pendidik yang luar biasa tinggi. Para guru dan dosen sangat sejahtera. Maka SDM berkualitas dan berpotensi besar, akan memilih profesi mengajar. Itu hanya salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan, selain fasilitas, laboratorium yang memadai , dan ilmu eksakta digenjot untuk tahap awal meningkatkan kecerdasan dan pola pikir.
Kala itu membuka jalan mudah bagi peningkatan kualitas guru, dengan jaminan kesejahteraan para guru , jadi salah satu cara dari banyak langkah yang diprakarsainya. Mengundang para guru dari Indonesia juga merupakan gagasan yang tak sedikit memberikan sumbangsih bagi peningkatan pendidikan.
Dalam sebuah buku biografi yang dihadiahkan beliau kepada ayah penulis, ia yakin bahwa kunci perubahan dan kemajuan suatu bangsa terletak pada sektor pendidikan, lalu kesehatan.
Makam Salah satu leluhur, Tuanku Nan Tuo , 7 tahun silam (2018) Sumber foto: Deded Fardianto
Makam Salah satu leluhur, Tuanku Nan Tuo , 7 tahun silam (2018) Sumber foto: Deded Fardianto
Makam Salah satu leluhur, Tuanku Nan Tuo , 7 tahun silam (2018) Sumber foto: Deded Fardianto
MAKAM TUANKU NAN RENCEH /RANCA'
2016
Makam Salah satu leluhur , Tuanku Nan Renceh, 8 bulan silam, sumber foto ARMS.ID
Makam Tuanku Nan Renceh, 8 bulan silam, sumber foto ARMS.ID
Makam Tuanku Nan Renceh, 8 bulan silam, sumber foto ARMS.ID
Makam Tuanku Nan Renceh, 9 tahun silam, sumber foto Andrian Sani
Makam Tuanku Nan Renceh, 8 bulan silam, sumber foto ARMS.ID
SILSILAH KELUARGA ( ANAK ANAKKU)
Leluhur kami salah satunya adalah Tuanku Nan Tuo dari ibundaku Noerhajati binti Muhammad Yunus bin Muhammad Amin Datuk Bagindo Bin Muhammad bin Jalaluddin (Fakih Saghir) bin Tuanku Nan Tuo .
Juga leluhur kami Tuanku Nan Renceh, juga dari garis ibundaku ,ayahnya Muhammad Yunus, kakek ibuku Muhammad Amin Datuk Bagindo, adalah putri dari Gandam Urai Binti Abdullah /Tuanku Nan Ranca/Renceh , salah satu putri Tuanku Nan Renceh.
Gandam Urai memiliki adik bernama Limbak Urai. Limbak Urai adalah ibunda dari Sheikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi , salah satu ulama Indonesia yang pernah menjadi Imam Masjidil Haram , setelah Syech Nawawi Al Bantani.
Muhammad Amin Datuk Bagindo adalah kakak kandung dari Muhammad Tahir Jalaluddin , ulama Malaysia yang juga ahli ilmu Falak .
Belum sempat melengkapi silsilah ini dengan saudara kandung lainnya, hanya silsilah yg berhubungan langsung saja dengan anak anakku, dan hubungan kekerabatan dengan Syekh Ahmad Khatib , dan Muhammad Tahir Jalaluddin .
Garis keturunan Minangkabau yang berwarna hijau dan merah tua. Ayahku Alm Amir Achmad, berasal dari Palembang Sumatera Selatan. Namun tidak aku peroleh silsilah ayah .
Teknologi pracetak T-Cap dan kamar mandi kapsul (1999)
Tiga (3) kali jadi pemenang /nominasi Lomba/Sayembara Desain (2002-2003)
Merealisasikan Rusunawa Cigugur Tengah (Cimahi) sesuai desain Sayembara
Turut dalam Tim penyusunan Kepmen Kimpraswil Tap 403/2002.
Teknologi Risha 20 Desember 2004
Sistem Struktur Cakra, Sistem Pasca Tarik
Kampung Deret Petogogan 2013-2014
Desain Rest Area Gunung Mas 2017
Aplikasi SiKasep ,( Si Kumbang dll) Satu Aplikasi untuk Semua 19 Desember 2019
Desain Manggala Giri , tahun 1994, arsitek Arief Sabaruddin
1997-1998, Saat Krisis Moneter dan Reformasi
Tahun-tahun dimana usaha kami sebagai jasa konsultan arsitektur free lance mengalami masa sulit. Karena pesanan desain arsitektur sangat sepi. Nyaris tak ada. Maka pak suami menuangkan berbagai idenya dalam tulisan-tulisan dan sketsa. Perencanaan di atas kertas.
Namun pengalaman di lapangan cukup tinggi, karena saat menerima pesanan, tidak hanya membuat desain gambar arsitektur saja. Atau memantau drafter aja. Tapi ikut dalam pelaksanaan, dan pengawasan. Sudah terbiasa merangkap sebagai mandor juga.
Kisah Handycam Kenangan , Modal Pribadi untuk Dokumentasi Pekerjaan
Seingatku, di masa sulit, alhamdulillah masih ada pesanan gambar arsitek juga. Seorang dokter anak ingin membangun klinik sekaligus toko mainan anak dan apotek. Juga ada ruang kantornya. Perencanaannya tahun 1997.
Kami memperoleh pembayaran di tahun 1998, uang itu antara lain kami belikan Handycam dari Ibu Irma. Ibu Irma tetangga kami seorang penjual dan pemasok elektronik sedang cuci gudang . Lumayan barang baru.
Kami membutuhkan Handycam / kamera untuk proyek atau pekerjaan pak suami sebagai free lancer. Dan kelak kamera ini akan digunakan oleh suamiku untuk mendukung pekerjaannya di kantor Puskim (Balitbang, Departemen PU).Yaitu saat proses pembuatan panel RISHA yang pertama kali di Indonesia, panel bersejarah. Tiga bilah panel yang kelak akan membantu ribuan keluarga korban bencana yang membutuhkan rumah.
Handycam ini untuk mendokumentasikan proses pembuatan RISHA yang pertama di Indonesia , Febnruari 2004, di Puskim Balitbang Departemen PU (kementerian PUPR) . Dalam foto, pak suami memagang Handycamp bersejarah itu dan membuat sendiri dokumentasi proses penelitian RISHA, sampai video promosi dan sosialisasi RISHA
T-Cap, karya penemuan teknologi pracetak pertama Arief Sabaruddin, handycam dan kamera sangat penting untuk merekam proses .
Uji perakitan RISHA pertama di Indonesia, 10 September 2004
Uji ketahanan Gempa , 21September 2004, di Lab Struktur Puskim Departemen PU , Cileunyi Kabupaten Bandung . RISHA pertama di Indonesia, Rumah Instan Sederhana Sehat , dibuat sendiri dokumentasi foto dan rekaman videonya oleh Arief Sabaruddin menggunakan kamera handycam dan kamera digital pribadi, bentuk totalitas dalam bekerja
Uji ketahanan Gempa , 21September 2004, di Lab Struktur Puskim Departemen PU , Cileunyi Kabupaten Bandung . RISHA pertama di Indonesia, Rumah Instan Sederhana Sehat , dibuat sendiri dokumentasi foto dan rekaman videonya oleh Arief Sabaruddin menggunakan kamera handycam dan kamera digital pribadi, bentuk totalitas dalam bekerja
Pak Suami Mengajar , Saya Menulis
Pekerjaan paruh waktu Pak Suami , Arief Sabaruddin, hanya sebagai pengajar ,asisten dosen di Unpar .Saya pribadi mulai juga mencuri-curi waktu untuk menulis free lance di media cetak.
Karena tidak memiliki asisten rumah tangga, jadi cukup padat pekerjaan rumah tangga dengan 2 anak.Yang esar masih 6 tahun, yang kecil 2 tahun.
Jadi ketika sempat, saya ikut berkarya. Karyanya apa saja yang melintas di benak pikiran. Mulai dari artikel, pengalaman parenting, sampai membuat resep masakan saja saya tulis. Juga ketika kami ada bepergian, itupun jai bahan tulisan wisata.
Dulu sebelum berkeluarga, saya juga merangkap beberapa profesi sekaligus. Selain sebagai supervisor administrasi, dan finance di konsultan/ developer/ kontraktor. Juga masih sebagai penyiar radio swasta paruh waktu. Sementara hari Minggu biasanya saya dapat orderan sebagai MC pernikahan. Dan jika ada waktu , saya masih rutin menulis untuk media cetak.
Nah, ketika pak suami meluncurkan teknologi RISHA, jauh hari sebelumnya saya telah mengirim tiulisan tentang RISHA untuk Tabloid Rumah.
1999,Kamar Mandi Kapsul dan Teknologi Pracetak T-Cap
Seingatku di luar jam kerja, saya pernah diajak , pak suami , Arief Sabaruddin sempat wara- wiri ke pabrik Fiber untuk membuat kamar mandi kapsul. Ternyata untuk melengkapi rumah susun. Kamar mandi kapsul dari fiber yang dicetak, diharapkan menghasilkan kamar mandi yang tidak bocor di rumah susun sederhana. saat itu sedang sibuk membuat perencanaan rumah susun sederhana yang murah, tapi kamar mandinya tidak bocor.
Kamar mandi kapsiul, untuk RISHA, sebelumnya ide pak suamiku ini , Arief Sabaruddin , didesain dan dibuat untiuk melengkapi rumah susun supaya tidak bocor ke lantai bawahnya. Dibuat tahun 1999 untuk pertama kalinya, demi melengkapi teknologi T-Cap yang dibuat pak Suami. T-Cap, untuk rumah susun.
Teknologi pracetak T-Cap . Lamaa sebelumnya , saya sering memperhatikan pak suami membuat sketsa, baik di atas kertas . Lalu dibuat juga gambar di komputer. Entah apa maksudnya, lalu dihitung-hitung. Karena memang dari duluya senangnya mengulik, membuat ide ini itu. Dan kebanyakannya , membuat karya yang bisa membantu MBR.
Teknologi ini lalu dibawa ke kantor, bekerja bersama tim, di lab struktur. Lalu diuji coba. Saya sendiri kurang paham waktu itu.
Teknologi T-Cap inilah karya peneliti yang pertama menghasilkan Paten di kantor Pak Suami.
Pak suami waktu itu masih bingung, belum mengerti cara mendaftarkan Hak Paten. Lalu minta bantuan adik sepupuku. Maka adik sepupuku membantu mengurusnya. Tentunya dengan dana pribadi kami. Tak masalah , tapi ada rasa bahagia bisa berkarya dan menemukan sebuah teknologi. Apalagi jika bermanfaat , jadi amalan yang mengalir dari ilmu yang bermanfaat. Dan pengalaman pertama bisa mengurus hak paten.
Rumah Susun Tipar Cakung , Menggunakan Teknologi Pra Cetak T-Cap
2002, Pemenang Utama Lomba Desain Masjid Assalam, Jln Pattimura 20 , Jakarta (Penyelenggara: Dep Kimpraswil_
Saat mengikuti lomba ini, semua materi dari A zampai Z dikerjakan sendiri oleh pak suami, dalam waktu yang lumayan singkat. Karena memang selain sibuk di kantor, juga kesibukan menjadi asisten dosen, juga berjalan.
Seperti biasa, mengajak anak istri saat ke tukang fotocopy dan lain sebagainya. Dan karena memang semua dikerjakan sendiri, ya tiak mengajak nama siapapun.
Ketika pengumuman pemenang, pak Suami bingung, pemenang yang lain ternyata berkelompok, bukan hanya satu orang.. Tapi ada nama-nama tim yang bekerja menghasilkan desain lengkap hingga detailnya. Sementara pak suami hanya sendiri. Karena ingin cepat selesai , saat membuat materi lomba ya dilakukan sendirian semua. Karena kalau mengajak tim butuh waktu lagi, cari rekan untuk lombanya. Belum lagi untuk menjelaskan ini itunya.
Alhamdulillah , hadiahnya waktu itu kami belikan ban mobil yang baru. karena ban mobil kami memang sudah gundul. Mobil perjuangan yang selalu disetir seniri oleh pal suami jika tugas ke Jakarta.
2002, Nominasi Sayembara Rumah Susun Sederhana Sewa (Penyelenggara: Dep Kimpraswil, BTN, REI, IAI, APERSI) dan RUSUNAWA Tower Pertama di Cigugur Tengah Cimahi
Hasil desain dari lomba ini, direalisasikan jadi Tower pertama,Rusunawa di Cigugur Tengah Cimahi. Dibangun tahun anggaran 2003-2004, dihuni tahun 2005.
Saat mengetahui ada lomba desain rumah susun , pak Suami Arief Sabaruddin segera membuat perencanaannya. Dan perencanaan lengkap ini memang sudah lama ada dalam pikirannya. Sudah terpikirkan banyak gagasan tentang rumah susun, tentang merumahkan masyarakat MBR. Bahkan terpikirkan nanti bagaimana cara mengelola masyarakatnya secara sosial dan budaya serta ekonomi. Sebelumnya pernah meulis di jurnal tentang rumah susun Kiaracondong, di atasnya tempat tinggal, di bawah pertokoan , pasar dan terminal.
Konsepnya , merumahkan kembali warga tanpa gusur. Itu sudah ditulis dalam jurnal sebelumnya. Nanti warga mendapat kembali tempat tinggal , satu menghadap ke area privacy yang mengitari ruang publik bagian dalam. sementara di sisi satunya menghadap ke area bisnis, bisa disewakan. Konsep untuk rumah susun yang dibuatnya kurang lebih banyak kemiripan.
Ada sistem kemasyarakatan, tata kelola perekonomian dan sosial budaya yang dibangun sedemikian rupa. Agar tercapai harapan, terlahirnya sumber daya manusia yang tangguh, sejahtera, berpotensi mumpuni , dari sebuah kehidupan di rumah susun ini. Jadi tak hanya embangun ruang yang perl pertimbangan matang, melainkan juga tata kelola dan sistem kemasyarakatannya. yang harus dibangun menyesuaikan karakter keragaman masyarakatnya dari segala aspek.
Seperti biasa, pak suami akan duduk di depan meja gambar dan menggerakkan mesin gambar di luar jam kantor. Jadi bisa sampai lewat tengah malam. Dan di hari libur. Biasanya saat mau menggandakan gambar , akan mengajak anak istrinya . Merapikan kalkir, fotocopy dan lainnya.
Lalu setelah semua beres dan tuntas , kini , Pak Suami ingin ajak temannya. Meski sebetulnya hanya namanya saja di masukkan. Karena rasa kurang enak kalau sendirian, sebab peserta lain biasanya dalam bentuk satu team.
Waktu ikut Lomba Desain Masjid sebelumnya, pak Suami juga betul betul mengerjakan desain Masjid sendirian.Dari A sapai Z, lengkap gambar dan lain sebagainya.
Ternyata ketika sudah diumumkan pemenang, hanya Arief Sabaruddin saja yang mengirimkan karya buatan sendiri secra total. Tidak ada rekan atau Team. Yang lain berkelompok.
Karenanya , kali ini Pak Suami mengajak salah satu sahabatnya , yang lulusan teknik sipil sebagai patner.
Meski hanya masuk nominasi, tapi karya desain ini digunakan oleh pak Suami untuk merealisasikannya di Cimahi. Kawasannya di Cigugur Tengah. Kawasan kumuh yang perlu mendapat peremajaan.
Handycam sangat berguna untuk survey awal ke lapangan, menyusuri kampung kumuh, gang-gang sempit. Harus dan amat sangat penting bersentuhan langsung dengan masyarakat, pak lurah dan muspika setempat. Berkomunikasi, berdialog, bahkan membuat survey tertulis.
Dari Departemen Kimpraswil akhirnya mendapat persetujuan anggaran untuk merealisasikan rumah susun tersebut.
Rumah Susun Cigugur Cimahi, adalah Desain Arsitek Arief Sabaruddin, yang ia realisasikan dari karyanya yang pernah meraih sebagai nominasi Lomba Desain
2002, Ikut Membantu Tim Perumus
Kepmen Kimpraswil No 403 Tahun 2002 Tentang Pedoman Teknis ... ... rumah sebagai tempat tinggal yang memenuhi ketetapan atau ketentuan.
2003, Pemenang Harapan II Gagasan Desain Rumah Sederhana Sehat.
Tahun 2003 kembali lagi ikut lomba desain dan menjadi Pemenang Harapan.
RISHA , Rumah Instan Sederhana Sehat
2004, Rumah Instan Sederhana Sehat
Tentang Risha ini , sudah banyak saya paparkan di laman-laman lain , di blog ini. Silahkan Klik Tautan di bawah ini:
Perencanaannya dibuat di kediaman kami di Bandung, Pak Suami juga melengkapi dengan video animasi model 3 dimensi nya (virtual reality). Berbarengan dengan membuat desain dan video moel 3 dimensi (virtual reality) penataan Waduk Jatigede (tidak direalisasikan, hanya pra rencana) , maisonet , perencanaan rumah Pak Mertua , rumah susun modular (asrama mahasiswa ITB Jatinangor).
Cerita Rest Area Gunung Mas , bisa di baca di berita Metropolitan.id , 27 Juli tahun 2018 berikut ini:
Hanya saja ada sedikit ralat, di dalam berita kesalahannya di tulis Arief Sabaruddin sebagai Kepala Balai Jalan, yang betul saat itu sebagai Kepala Puskim Balitbang Kementerian PUPR
Baca juga ulasan tentang Rest Area Gunung Mas di di Blog Pak Suami tautannya berikut ini
Saat pak suami Arief Sabaruddin , dipindah tugaskan ke PPDPP oleh Bapak menteri PUPR Pak Basoeki Hadimoeljono, pada pertengahan September 2019. Maka harus banyak belajar lagi.
Maklum, tadinya berpuluh tahun berkutat di bidang teknik , perumahan bangunan dan arsitektur, meraih tantangan di PPDPP . BLUini adalah lembaga negara yang lebih condong bidang keuangan / finance.
Terobosan alias gebrakan yang dilakukan adalah membuat Aplikasi Si Kasep , yang motornya adalah para pegawai BLU PPDPP sendiri, sumber daya manusoia yang ada ternyata jika diarahkan memiliki kemampouan yang mumpuni dan rapih. Maka pak suami membuat konsep rencana sebuah aplikasi, step by stepnya dan gagasannya dituangkan dalam bentuk mengarahkan semua pasukan di PPDPP. Terorganisir rapih.
Dalam hitungan 2 bulan sejak gagasan pemikiran Arief Sabaruddin muncul, maka aplikasi ini dapat direalisasikan. Peluncurannya sempat mundur , menjadi tanggal 19 Desember 2019.
PPDPP menyalurkan KPR Sejahtera FLPP bagi MBR, subsidi pemerintah untuk rumah bagi rakyat.
Maka mulailah mempelajari seluruh sistem yang berjalan di PPDPP. Setelah memahami proses kerjanya, maka pak suami Arief Sabaruddin mengumplkan sumber daya manusia, terutama SDM IT. Mas Ican dan kawan-kawan sangat sigap menerjemahkan apa yang di maksud pak Suami.
Pak suami dengan gaya kepemimpinannya yang selain merangkul, juga mengayomi, membimbing, bahkan juga mengajarkan.
Gaya komunikasi yang dimiliki karena berpuluh tahun sebagai pengajar dan akademisi, juga sebagai peneliti, sanggup memetakan langkah apa saja yang harus dilakukan. Jadi seperti mengumpulkan puzzle, untuk menciptakan aplikasi Si Kasep. Aplikasi yang akan memudahkan dan mempercepat proses kinerja di PPDPP.
Berjibaku, kerja keras semuanya, utamanya tim IT , hanya dalam 2 bulan, maka tanggal 19 Desember 2019, lahirlah Aplikasi Si Kasep.