FOTO ASLI , PANCANITI, MANGGALA GIRI LEMBANG, TAHUN 1994 , FOTO BY ARIEF SABARUDDIN
PANCANITI, FOTO ASLI YANG DIEDIT DENGAN TAMBAHAN TAMAN YANG INDAH MENGGUNAKAN GEMINI AI , NANO BANANA. HASILNYA SANGAT INDAH MENAKJUBKAN
PANCANITI, FOTO ASLI YANG DIEDIT DENGAN TAMBAHAN TAMAN YANG INDAH MENGGUNAKAN GEMINI AI , NANO BANANA. HASILNYA SANGAT INDAH MENAKJUBKAN
PANCANITI, FOTO ASLI YANG DIEDIT DENGAN TAMBAHAN TAMAN YANG INDAH MENGGUNAKAN GEMINI AI , NANO BANANA. HASILNYA SANGAT INDAH MENAKJUBKAN
Kisah ,masa silam yang penuh dengan harapan dan kreativitas, perjuangan dan cita cita.
Pak suami mendesain sebuah bangunan, yang langsung dibangun di tahun yang sama , tahun 2024. PANCANITI, nama bangunan tersebut, yang rencananya akan dibangun sebuah padepokan dan bangunan untuk hotel dan kesenian.
Sayangnya sekarang bangunan ini mangkrak. Tahun 2026, sudah 32 tahun yang silam, bangunannya masih berdiri kokoh, meski belum selesai total bagian belakang dan sampingnya, namun tampak mujka bangunan ini masih tegap dan gagah.
Dengan ATAP JULANG NGAPAK , yang kerap menjadi ciri khas karya desain arsitektur pak suami, yang amat menjunjung tinggi luhurnya budaya Sunda .
PANCANITI, FOTO ASLI YANG DIEDIT DENGAN TAMBAHAN TAMAN YANG INDAH MENGGUNAKAN GEMINI AI , NANO BANANA. HASILNYA SANGAT INDAH MENAKJUBKAN
PANCANITI, MANGGALA GIRI , LEMBANG, SKETSA ARSITEKTUR ASLI 1994
PANCANITI, DIEDIT DARI SKETSA DESAIN ARSITEKTUR ASLI , DIBUAT BERWARNA MENGGUNAKAN NANO BANANA BY GEMINI AI
DIEDIT DARI SKETSA DESAIN ARSITEKTUR ASLI , DIBUAT 3D BERWARNA MENGGUNAKAN NANO BANANA BY GEMINI AI
PANCANITI, DIEDIT DARI SKETSA DESAIN ARSITEKTUR ASLI , DIBUAT 3D BERWARNA , LALU DITAMBAHKAN ANEKA BUNGA , MENGGUNAKAN NANO BANANA BY GEMINI AI
PDIEDIT DARI SKETSA DESAIN ARSITEKTUR ASLI , DIBUAT 3D BERWARNA MENGGUNAKAN NANO BANANA BY GEMINI AI
TAMPAK SAMPING PANCANITI ,
MANGGALA GIRI
SKETSA DESAIN ARSITEKTUR ASLI , DIGAMBAR DENGAN TANGAN, TAHUN 1994
DIEDIT DARI SKETSA DESAIN ARSITEKTUR ASLI , DIBUAT 3D BERWARNA MENGGUNAKAN NANO BANANA BY GEMINI AI
DIEDIT DARI SKETSA DESAIN ARSITEKTUR ASLI , DIBUAT 3D BERWARNA MENGGUNAKAN NANO BANANA BY GEMINI AI
DIEDIT DARI SKETSA DESAIN ARSITEKTUR ASLI , DIBUAT 3D BERWARNA , DITAMBAH BUNGA BUNGA CELOSIA, DLL, MENGGUNAKAN NANO BANANA BY GEMINI AI
DIEDIT DARI SKETSA DESAIN ARSITEKTUR ASLI , DIBUAT 3D BERWARNA, DITAMBAH BUNGA BUNGA IMPATIENT, PAKIS , BUNGA ILALANG DAN BATU BATU SERTA AIR KOLAM, MENGGUNAKAN NANO BANANA BY GEMINI AI
DIEDIT DARI SKETSA DESAIN ARSITEKTUR ASLI , DIBUAT 3D BERWARNA, DITAMBAH BUNGA BUNGA IMPATIENT, PAKIS , BUNGA ILALANG DAN BATU BATU SERTA AIR KOLAM, ATAP DIUBAH JADI HUJAU, MENGGUNAKAN NANO BANANA BY GEMINI AI
DIEDIT DARI SKETSA DESAIN ARSITEKTUR ASLI , DIBUAT 3D BERWARNA, DITAMBAH BUNGA BUNGA IMPATIENT, PAKIS , BUNGA ILALANG DAN BATU BATU SERTA AIR KOLAM, ATAP DIUBAH JADI HIJAU, CAT TEMBOK , KUSEN DAN LISTPLANG DIUBAH WARNA PUTIH, MENGGUNAKAN NANO BANANA BY GEMINI AI
Pada tahun 2007 , alm Pak Suami membuat desain yang menyerupai PANCANITI dengan atap Julang Ngapaknya, Desain Bangunan GRHA WIKSA PRANITI di jalan Turangga Kota Bandung. Sebetulnya Desain Arsitektur Bangunan GRHA WIKSA PRANITI ini melanjutkan ide dan inspirasi yang sama dengan bangunan PANCANITI Manggala Giri Lembang ,
ILLUSTRASI GEDUNG GRAHA WIKSA PRANITI, DIEDIT DARI FOTO ASLI MENJADI ILLUSTRASI KARTUN, MENGGUNAKAN GEMINI AI
Dua gedung yang serupa tapi tak sama, dengan atap JULANG NGAPAK, baik PANCANITI maupun GRHA WISKA PRANITI , menerapkan konsep yang sama, menggunakan atap JULANG NGAPAK KHAS TRADISI SUNDA meminimalkan penggunaan AC, dibuat lebih ramah lingkungan dengan bukaan dan sirkulasi udara natural, dan pencahayaan alami.
Untuk mengenang Almarhum pak Suami , yang selalu kami rindukan, dan tak terlupakan semua kebaikannya, aku menuangkan sketsa karya ini dalam bentuk yang lebih berwarna dan tambahan bunga-bunga setaman. Lalu aku rangkai jadi video SLIDE SHOW. Dengan bantuan Gemini AI, Nano Banananya, by Google, hasilnya sangat keren....
VIDEO PROSES SKETSA DESAIN MENJADI GAMBAR BERWARNA,
FOTO LAMA MENJADI FOTO VERSI BARU DITAMBAH TAMAN YANG INDAH,
DENGAN MENGGUNAKAN GEMINI AI NANO BANANA BY GOOGLE
VIDEO : ILLUSTRASI DESAIN ARSITEKTUR
BANGUNAN PANCANITI MANGGALA GIRI LEMBANG 1994
VIDEO : ILLUSTRASI DESAIN ARSITEKTUR
BANGUNAN PANCANITI MANGGALA GIRI LEMBANG 1994
Mengedit gambar sketsa menjadi berwarna , aku sangat suka memanfaatkan Gemini AI. Karena gambar hasil editannya berubah menjadi sangat keren, warnanya juga bagus dan tajam.
Jujur, aku masih pakai yg gratisan, karena blog aku dan youtube ku belum memenuhi syarat untuk dimonetisasi. Subscriber masih sedikit, jam tayang juga. Pun belum ada yang endorse dan belum menghasilkan apapun,
Untuk mengeditnya, secara bertahap. Pertama beri Prompt untuk mengubah sketsa menjadi gambar berwarna. Tahap selanjutnya tambahkan Prompt: jadikan bidang gambar halaman rumput yang luas. Lalu , pada gambar berikutnya, tambahkan bunga soka. Atau tambahkan lingkaran dari tanaman bunga cosmos, dengan pinggiran lingkaran bunga blue eyes ./ daun lily paris.
Ada juga Foto Asli tahun 1994, ketika bangunan PANCANITI masih proses pembangunan. Nah, dengan bantuan Gemini AI, aku menuliskan Promt, buat gambar ini menjadi bangunan yang sudah jadi dan utuh , dengan halaman rumput yang luas. Setelah jadi, tambahkan Promt bertahap, misalkan , tambahkan tanaman bunga ilalang. Atau tambahkan tanaman bunga soka merah, putih, kuning, dll. Secara bertahap, tambahkan lagi misalnya , ganti rumput dengan hamparan bunga portulaca .
KAMAR MANDI KAPSUL, KAMAR MANDI INSTAN BONGKAR PASANG , COCOK UNTUK MCK DARURAT SEMENTARA, DI KAWASAN BENCANA ALAM
KAMAR MANDI INSTAN UNTUK RUMAH INSTAN RISHA
Kamar mandi kapsul , atau kamar mandi instant ini , adalah hasil temuan tahun 1999, yang menyertai dibuatnya teknoloGi rusun modular . Sebenarnya dibuat dengan tujuan untuk melengkapi rumah susun yang kerapkali kamar mandinya bocor.
Kamar mandi kapsul ini bisa dibuat dengan cara mencetak di pabrikasi fiber. Saat itu penelitinya Arief Sabaruddin mencetak di jawasan industri Fiber sekitar Inhoftank Kota Bandung.
Kelebihannya, jika sudah dibuat dan dicetak, bisa diangkut ke lokasi bencana alam, lalu dirakit dengan cepat di lokasi.
Kamar mandi kapsul ini sangat cocok untuk melengkapi area bencana, atau sebagai MCK instant sementara di area-area darurat dan sementara.
Video koleksi pribadi saya.
Karya Almarhum Arief Sabaruddin, tahun 1999, sebagai peneliti di Puslitbang permukiman (Puskim), Balitbang , Departemen Pekerjaan Umum .
Tahun 1969 , kami sekeluarga pindah dari Gandok ke jalan Progo. Rumah dinas sebuah PTN di Bandung. Taman Gedung Sate yang masih biasa-biasa saja, hanya hamparan rumput dengan banyak pepohonan besar. Kadang rumputnya memanjang , terkesan kurang terawat.
Serunya kami bisa menerobos ke taman Gedung sate setiap saat , di kavling (sekarang Progo 19) kosong bentengnya pendek, hanya semeter kurang. Kami bisa memanjatnya, menyeberangi selokan lewat jembatan kayu. Sampai deh di jalan Cimandiri yang masih berupa hamparan kebun jagung dan sawah.
Menyeberangi jalan Cimandiri langsung ke lapangan Gedung Sate. Tempat main favorit , bisa lari lari sepuas hati, main ucing ucingan. Menatap langit luas dan jernih. Pepohonan yang teduh. Main sepintrong , dan bertualang menaikiki tangga-tangga di taman.
Halaman belakang Gedung Sate ini sering dipakai piknik TK Citarum, rutin kami jalan-jalan ke sini. Sering bawa bekal; dari rumah, dimakan bareng di sini.
Ada pehobi motor trail yang suka latihan juga di sini, atau aero modeling, kapal terbang mini yang suka kami tonton. Mengasyikkan menonton kapal terbang mini di sini. Kenangan manis lain ketika kawasan ini jadi tempat Konser Pesta Musik Kemarau , Agustus tahun 1975.
Seingatku , lautan manusia telah menyebabkan juga banyak korban jatuh pingsan. Aku sendiri cukup menonton dari atap rumah. Betulan, para tetangga sebelah juga pada nangskring di atap belakang rumah demi menonton Good Bless dan grup rock lainnya. Seru banget, sambil bawa cemilan peuyeum goreng , rujak buah.
Halaman belakang ini masih jadi kawasan favorit untuk olahraga, ada yang main hokey juga rupanya. Ada latihan baris berbaris, latihan drumband, dan banyak lagi.
Nah , ini aku ada video tahun 1974, Agustusan di jalan Cimandiri Kota Bandung. Ada satu rumah , anggota PI3 (Persatuan Istri Insinyur Indonesia) yang dijadikan tempat merayakan Agustusan bagi anak-anak anggota PI3.
Barulah tahun 1980an halaman luas belakang Gedung Sate dipercantik. Menjadi Taman Gedung Sate.
TAMAN GEDUNG SATE 2002.
Dalam video pertama (paling atas, di YouTube) ada video anak-anak sedang berlarian di Taman Gedung Sate. Masih ada tangga untuk naik ke atas , masih banyak bunga bugenvil.
TAMAN GEDUNG SATE 2025
Masih dari video teratas (Youtube Mas Srie Nostalgia), penampakan video terkini, yahun 2025. Sudah berubah tamannya, tidak ada lagi pedestrian di tengah taman. Tidak ada lagi barisan bugenvil, tangga jadulnya sudah dibongkar. Tamannya menjadi tertutup, tidak ada tempat lagi untuk pejalan kaki di tengah taman.
Hari itu tanggal 8 Desember 2025, akhirnya aku mencuri curi waktu. Penasaran ingin tahu studionya pak Mahyuddin Rahim . Tanpa kostum buat tampil, pakai kostum praktis sehari-hari.
Jam 13.00 , bersyukur hari itu tidak hujan.
Ternyata dekat dari rumah. Jalan Cijawura Girang II nomor 3 , Sekejati , Kota Bandung. Seperti biasa, waktuku sempit. Bukan karena orang sibuk, tapi di rumah ada para cucu yang lucu banget. Kapan lagi bisa berlama-lama dengan cucu yang lucu , soleh soleha dan pintar, bikin gemes.
Nah mumpung cucu aku sedang diajak ibu ayahnya , aku otw ke studio pak Mahyudin. Kenalanku ibu Entin Kartini yang beri informasi.
Nah , para penghobi nyanyi, di sini kita bisa ikutan nyanyi, sambil divideokan, terus dibimbing dan dilatih. Kebetulan aku dapat harga spesial banget, bayangkan, nyanyi 3 lagu , untuk video cover, dilatih dulu, diberi masukan.
Lalu syuting, musiknya keren banget, anak muda mahasiswa bernama Yusuf, putra pak Mahyuddin yang main keyboard dan menyiapkan layar untuk teks di depan, untuk yang lupa teks.
Lansia seperti aku, memang sering lupa teks.
Btw, seharusnya aku tuh berhias dulu, minimal pakai bedak dan lipstik. Pakai kerudung yang cantik, baju yang bagus.
Karena tadinya hanya ingin lihat studionya saja, lokasinya , dan mau numpang latihan saja, jadi modelnya pakai kostum buat naik angkot. Tanpa bedak, tanpa lipstik......
Nggak apa deh, mau test dulu ...coba-coba nyanyi divideokan .
Tadaaa, jadilah aku menyanyikan 3 lagu, dengan 2 atau 1 kali latihan, alias percobaan.
VIDEO CLIP COVER SONG SRI ANGGANI
KEMUNING (TETTY KADI )
CIPTAAN ARIYANTO
Jujur sih, di rumah saja jarang latihan , jarang nyanyi. Padahal hobi. Nah , dibimbing sama Pak Mahyudin, cara tampil danberkespresi, banyak masukan.
Jujurly , aku tuh paling nggak hobi dandan . Tapi nanti nanti mau deh .
Sejarahnya, tahun 1988, teman aku sesama kru radio swasta temnpat aku siaran, memberi aku teks lagu . Diketik. Dan sebuah rekaman kaset. Terdengar suara pria menyanyi, lalu aku berlatih meniru lagu itu. Diminta temanku menghafalkannya.
Sampai aku hafal. Dan temanku lalu mengajak ke satu rumah dimana ia menumpang tinggal di situ. Aku di perkenalkan oleh putra empunya rumah. Maaf aku tidak sebutkan namanya, rumah itu terletak di jalan Lengkong besar. Lalu anak muda itu meminta aku menyanyikan lagu yang aku pelajari. Ia yang mengiringi aku main piano. Sepertinya lagi mencari vokalis untuk lagu ciptaannya.
Aku sudah berkali kali bertanya pada rekan kru radio itu, ini lagu sebetulnya siapa yang ciptakan. Dia hanya bilang temanku. Dirahasiakan, ujarnya.
Tapi ketika bertemu empunya rumah , yang notabene mahasiswa Planologi ITB itu, kok feelingku merasa, sepertinya dia yang menulis lagu ini dan menciptakan melodinya. Dia minta aku menyanyikan 3 lagu . Ia juga memberikan petunjuk harus seperti apa mengekspresikan lagu itu. Nah , aku lupa , lagu Saat Malam ini aslinya apa judulnya......
Setelahnya..., waktu bergulir, aku bilang kepada temanku, menhyerah deh, tidak siap menjadi vokalis lagu-lagu itu. Selanjutnya, waktu bergulir........ sudah lupa dengan lagu tersebut.
Tidak pernah serius lagi tentang jadi vokalis 3 lagu tadi, karena rasanya aku tak cocok tampil di dunia tarik suara. Meski begitu, lagu tersebut ada yang menempel di kepalaku, sampai hari ini.
Jadilah bait ke 1 lagu itu aku pakai, tanpa aku bisa memastikan siapa penciptanya. Mungkin , pengiring piano di sebuah rumah jln Lengkong Besar itu penciptanya. Tapi beliau sudah almarhum di musim covid 19. Ketika mendengar kabar wafatnya beliay di musim covid, tahun 2020, suamiku tersayang juga wafat . Tahun 2023.
Aku teringat kembali lagu tersebut, hanya hafal 1 bait pertama. Lalu , untuk mengenang suami yang aku sayangi, aku tulis bait ke 2 dan ke 3.
Bait ke 2 dan ke 3 , aku yang tulis. Melodinya, sampai sekarang masih anonim.
BERIKUT VIDEO KLIP COVER LAGU , KARYA PAK MAHYUDDIN BERSAMA MUSISI BELIA YUSUF PANGALELA DI STUDIONYA.
Bandung, 2 Juli 2025. Hari Rabu. Kami memilih makan di sini mumpung bukan weekend. Menghindari macet dan keramaian weekend. Jadi bisa makan sambil mengajak cucu bermain di playground dengan nyaman.
Makan siang bareng anak dan cucu di hari kerja , jadi menantuku tidak ikut karena sedang ngantor. Kami pilih NaraPark, karena di sini kami bukan sekedar makan siang bersama dan quality time, tapi juga mengajak cucu puas bermain.
Lapangan rumput bersih terawat membuat anak-anak kecil riang gembira lari kesama kemari. Apalagi di pinggirnya ada kandang Kura-kura besar yang lucu.
Taman luasnya berterasering , makin memanjakan mata dan suasana. Undak undak dan tangga naik turun , ada sensasi rekreasi. Di udara sejuk Bandung utara, jalan rancabentang Ciumbuleuit.
Turun sedikit ke taman yang paling bawah, ada kolam ikan dengan air terjun mini, kandang marmut ala teletubies, lagi-lagi lapangan rumput lainnya, bikin bocah riang gembira.
Nah, untuk makan siang, boleh pilih tempat yang paling disuka. Mau yang ala ala mana nih. Bisa pilih yang di atas atau yang menghadap lapangan rumput dan taman. Semuanya cozy dan artistik. Adem dan nyaman. Semuanya artistik, dan instagramable....
Pilih makanan lezat yang variatif menunya , dari yang Indonesia banget sampai yang ala barat atau ala Jepang dan Cina juga ada. Hari itu kami dapat bonus kue ulang tahun mini , buat cucuku yang ulang tahun. Lucu banget kuenya , tart mini super imut..... Cocok sih untuk bocah batita....
Menu makan siang, pilih nasi goreng kencur, nasi putih pakai ayam dll, pasta karbonara, dan minumnya air mineral biasa saja. Juga smoothies yang legit dan tidak eneg.
Harga makanan minuman sesuai dengan penyajiannya yang cantik, rasa yang lezat dan suasana dan lingkungan yang indah . Cocok untuk kumpul bareng teman dan keluarga besar.
MARGAHAYU RAYA , NAMA SALAH SATU KOMPLEKS PERUMAHAN TERTUA DI KOTA BANDUNG........ PERUMAHAN YANG AKHIRNYA SUDAH MENJADI KOTA SATELIT MINI DENGAN AREA BISNIS SERTA KULINERNYA
YUK SPILL JAJANAN DI PERUMAHAN INI .
JAJANAN DI MARGAHAYU RAYA UMUMNYA MURAH MERIAH UNIK ENAK ....
SIMAK YUK DI VIDEO-VIDEO KULINER YG AKU UNGGAH DI YOUTUBE @SorotanKawasan
MI BASO KANGKUNG MAS HARIS
VIDEO YOUTUBE:
Mi Baso Kangkung Mas Haris, mi baso gerobak yang saat aku beli, sedang berkeliling sekitar jalan Merkuri Utara .
Sore itu di rumahku amancu sedang kumpul , enaknya sih ada makanan yang mengenyangkan tapi bukan nasi. Kebetulan rumahku dekat selokan besar dan jembatan yang menghubungkan Metro dan Margahayu Raya. Aku telpon Mas Haris , untuk janji ketemuan dekat jembatan. Jadi Mas Haris tidak usah terlalu jauh ke Metro.
Aku pesan mi yamin manis 5 porsi , lengkap dengan bakso buatan Mang Haris sendiri. Ceker ayam yang lembut , dan porsinya, lumayan bikin kenyang. Harga seporsi murah , Rp15.000. Bisa telpon kalau pesan , juga jika pesan lebih banyak untuk arisan bisa banget. Kalau ada tamu jumlah besar dadakan, Mas Haris siap datang.
Biasanya berjualan mulai sore hari di kawasan jalan Merkuri dulu, kalau ke Metro (Jalan Venus Timur /Barat) biasanya lewat magrib, atau kalau ada yang pesan lewat telpon saja.
MI BASO KANGKUNG MAS MOEL , JALAN MERKURI TENGAH 23
Nah, Mas Haris ini ternyata punya kakak yang juga jualan mi baso kangkung yang sama persis. Tapi tidak ngider pakai gerobak, melainkan stay di jongko. Lokasinya di jalan Merkuri Tengah 23.
Aku coba deh datang ke sana, harganya beda sedikit, Rp16.000 untuk jenis porsi yang sama. Sama enak dan banyaknya. Bedanya di warung basi mi kangkung Mas Mul /Moel, ada jenis-jenis kombinasiu lainnya. Seperti ada mi ayam juga. Bisa pakai tambahan aneka jenis kriuk semisal sukro dan kerupuk, dan beli minuman juga.
Tempatnya sederhana, tapi bersih dan nyaman banget. Lumayanlah untuk yang datang memang ingin menikmati kelezatannya . Atau yang beli untuk bawa pulang. Bukanya mulai jam 10,30 siang sampai malam.
VIDEO YOUTUBE:
Mi Baso Kangkung Mas Moel, mi baso di jongko jajanan jalan Merkuri Tengah 23 , Perumahan Margahayu Raya Kota Bandung, kelurahan Manjahlega, Kecamatan Rancasari
Puluhan tahun silam , saat masih bersekolah , mencoba melamar dan ikut test sebuah stasiun radio. Boleh mulai siaran sedikit sedikit, latihan di studio yang berlokasi di Bandung utara tersebut.
Sayangnya lokasi terlalu jauh dari rumah, rasanya bahagia banget ketika diterima di sebuah stasiun radio dekat rumah. Bisa jalan kaki atau naik motor.
Awal mulanya berminat siaran di radio, karena hobi membaca cerita dengan suara dikeraskan. Hobi membaca cerpen juga sudah dari kecil. Majalah Bobo, dan Kawanku, jadi majalah favorit yang selalu aku nanti terbitnya, biasanya di rumah juga pada rebutan. Nah, menikmati setiap cerpen adalah sesuatu banget.
Saking senangnya baca cerpen, suka mengulang ulang kisahnya. Dan membacanya dikeraskan seperti pembaca berita.
Dulu ibu guru yang pandai mengajarkan cara membaca yang baik, indah dengan intonasi cantik dan ekspresif, serta artikulasi yang bagus, adalah Ibu Elisabeth Sri Sukamti, guru kesayanganku di kelas 3 SD. Ibu guru yang pandai main drama. Juga pandai bercerita di kelas.
Karenanya aku jadi tertarik juga mengarang alias menulis.
Tambahan , adik bungsu ibuku, Farida Yunus, rajin mengajakku ke taman bacaan di jalan Sabang Bandung pinjam buku cerita. Kalau aku ulang tahun, diajak ke toko buku, memilih komik favorit. Buku cerita HC Andersen dari toko buku Kosmos di jalan Ciateul Bandung.
PERNYIAR LAGU INDOINESIA POP TERBARU
Saat melamar di stasiun radio dekat rumah, aku bahagia bisa keterima. Jadi jadwal siaranku, sepulang sekolah langsung ke stasiun radio untuk siaran.
Aku senang siaran di sini, karena disiapkan petugas operator, di stasiun sebelumnya aku siaran dan jadi operator sekaligus. Menyiapkan log book, menyiapkan kaset iklan, memutar iklan, mengisi laporan log book, dan menyiapkan kaset iklan serta lagu suopaya ngepas pas diputar , butuh waktu dan ketelitian.
Lalu saat memutar lagu, baik dari kaset atau piringan hitam, mengatur mixer, dan mengatur mic, butuh konsentrasi tinggi. Belum lagi mengangkat telepon dari pemirsa yang minta diputarkan lagu, mencatat kiriman lagunya untuk siapa saja. Yup, itu di stasiun radio pertama , tahun 1981.
Di Stasiun Radio ke 2 , tahun 1982, petugas operator di ruangan sebelah yang dibatasi dengan kaca. Entah kenapa, ujuk ujuk saya kok bisa ya dengan mudah menjalani profesi tersebut. Padahal belum pernah ikut pelatihan dan kursus. Langsung bilang pada bos, sudah pengalaman di stasiun radio pertama.
maka jadilan 10 tahun berjalan , aku menjadi penyiar radio swasta. Yang jam siarannya seminggu 3 kali. Kalau mau honor besar, ambil jam siaran teman yang berhalangan hadir, atau bambil tambahan siaran sebelum subuh. Dan ambil siaran hari libur.
Ada tahun tahun dimana aku siaran di 2 radio sekaligus , dengan 2 nama yang berbeda. Nah, stasiun radio ke 3 ini juga dekat rumah. Hanya sayangnya tanpa operator , harus menjadi operator sekaligus penyiar. Tapi honoirnya lebih besara, apalagi kalau mau mengisi siaran hari libur nasional dan saat lebaran.
Dulu hiburan para pelajar dan mahasiswa memang radio swasta.
Aku spesialis lagu-lagu pop Indonesia terbaru dan tambahannya siaran untuk lagu-lagu pop barat ,sesekali menggantikan rekan yang tidak bsia hadir. Kadang ada acara bebas di hari Minggu, yang aku isi dengan rekaman obrolan dengan pemirsa dan artis yang ketemuan di luar acara.
Dulu belum ada insternet, siaran televisi masih sangat terbatas sesudah magrib dan hari minggu setengah hari. Jaid radio swasta menjadi hiburan yang menemani para pelajar dan mahasiswa belajar dan menyelesaikan tugas-tugas.
Untukku, masa silam menjadi kenangan indah. Mengalami juga perjalanan siaran sebelum subuh dan oulang larut malam sambil deg degan kala bawa motor Honda Astrea. Tapi saat dapat pinjaman mobil ortu, pulang malam lumayan aman.
IN MEMORIAM AYAH , IBU , KEDEKATANNYA DENGAN TUN DATO HAMDAN BIN SHEIKH TAHIR, PULAU PINANG MALAYSIA (SEBUAH KENANGAN)
Ayah dan ibu , aku juga, pernah tinggal di Johor Baru , karena ayah mendapat tugas untuk mengajar di malaysia. Saat itu Malaysia mulai menjalin kerjasama dengan pemerintah Indonesia. Jadi banyak dosen dan guru-guru Indonesia dikirim oleh pemerintah RI untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Malaysia. Ayah mendapat tugas tahun 1969 sampai dengan tahun 1974.
Ayahku Amir Achmad
Ayahku, Amir Achmad
Banyak kerabat ibuku yang berasal dari Sumatera Barat , sudah menjadi warga negara Malaysia. Salah satunya , tokoh pendidik terkenal TunDato Hamdan Bin Sheikh Tahir. Yang pada tahun 1989-2001 , mendapat amanah untuk menjadi Yang DiPertua Negeri Pulau Pinang Malaysia. Saat kami tinggal di Johor Baharu itulah , kekerabatan ayah, ibu dengan Datuk Hamdan (panggilan hormat kami kepada beliau) kian erat terjalin.
Tun Dato Seri Hamdan bin Sheikh Tahir, saat menjadi Yang Dipertua Pulau Pinang Malaysia
Tun Dato Seri Hamdan bin Sheikh Tahir,
saat menjadi Yang Dipertua Pulau Pinang Malaysia
Screenshoot dari buku biografi Tun Dato Seri Hamdan bin Sheikh Tahir, Malaysia.
CERITA DALAM FOTO
Kiri : Dato Hamdan bin Sheikh Tahir, Kanan: Amir Achmad ayahku
Ayah (alm) Amir Achmad, di tengah, pakai baju hitam. Di samping kanan ayah, paman sepupu ibuku , Datuk Tun Hamdan Bin Sheikh Tahir (alm_. Yang pernah menjadi Yang Dipertuan Negeri Pulau Pinang Malaysia. Berfoto bareng di depan Pusat Falak Sheikh Tahir, Pulau Pinang Malaysia.
Ayah dari Dato Hamdan Bin Sheikh Tahir , adalah Sheikh Tahir , dikenal dengan nama lengkapnya Muhammad Tahir Jalaluddin , ulama terkenal Malaysia, yang memiliki keahlian ilmu Falak.
Muhammad Tahir Jalaluddin
Muhammad Amin Datuk Bagindo , Kakak kandung Muhammad Tahir Jalaluddin
Muhammad Tahir Jalaluddin, adalah adik kandung dari Muhammad Amin Datuk Bagindo (kakek ibuku).
Ibuku (alm) , berbaju merah. Bersama sepupu dan keponakan, bersilaturahmi kepada paman sepupu ayahnya, Dato Hamdan Bin Sheikh Tahir (tengah) , di kediaman resminyua sebagai Yang Dipertua Negeri Pulau Pinang, Malaysia. Gedung SERI MUTIARA,
Ibuku Saat berada di SERI MUTIARA Pulau Pinang , kediaman resmi (rumah dinas) Datuk Hamdan Bin Sheikh Tahir sebagai Yang Di Per Tua Negeri Pulau Pinang Malaysia (1989-2001)
Potret Keluarga Datuk Hamdan Bin Sheikh Tahir , bersama anak istri dan menantu serta cucu
Foto lawas, aku (tengah) bersama Aisah putri dari Dato Hamdan bin Sheikh Tahir, saat berkunjunga ke Indonesia , di Hotel Cipaku Indah.
SYEKH AHMAD KHATIB, IMAM MASJIDIL HARAM YANG SEPUPU KAKEK BUYUTKU
Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi , adalah salah satu dari 3 ulama asal Indonesia yang pernah menjadi Imam Masjidil Haram .
Tiga (3) ulama asal Indonesia, yang pernah menjadi Imam Masjidil Haram di Makkah Al Mukaromah. Syekh Jumaid al Batawi , Syekh Nawawi Al Bantani, Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi .
Syekh Ahmad Khatib , saudara sepupu Muhammad Amin Datuk Bagindo dan Muhammad Tahir Jalaluddin, adalah putra dari Limba Uray (ibunya) wanita dari Kampung Tuo Ampe Angke Bukittinggi .
Limba Uray memiliki kakak perempuan bernama Gandam Uray , yang wafat ketika putra bungsunya (Muhammad Tahir Jalaluddin ) masih kecil . Muhammad Tahir Jalaludin juga telah menjadi anak yatim (ditinggal wafat ayahnya ) saat masih 2 tahun, dan yatim piatu saat usia 6 tahun.
Muhammad Tahir Jalaludin setelah dewasa ulama terkenal di Semenanjung Malaysia.
Muhammad Tahir Jalaluddin
Muhammad Tahir Jalaluddin juga memiliki kakak kandung lelaki , bernama Muhammad Amin Datuk Bagindo, kakek buyutku dari pihak ibu.
Muhammad Amin (bin Muhammad bin Jalaluddin) Datuk Bagindo , kakek buyutku dari pihak ibu.
Salah satu putra Muhammad Amin Datuk Bagindo, adalah Muhammad Yunus Bin Muhammad Amin . Muhammad Yunus adalah ayah dari ibuku (Noerhajati) , alias kakekku.
Muhammad Yunus Bin Muhammad Amin Datuk Bagindo
Muhammad Tahir Jalaluddin, yang masih kecil dan yatim piatu , diasuh , dididik dan dibesarkan oleh bibinya Limba Uray (ibu dari Sheikh Ahmad Khatib) .
Selanjutnya Muhammad Tahir Jalaluddin ikut pindah ke Mekah , menyusul kakak sepupunya , lalu dibesarkan dan dididik oleh kakak sepupunya Syekh Ahmad Khatib , tinggal bersama keluarga besar mertua Syekh Ahmad Khatib juga.
Mendapat asuhan , pemeliharaan dan pendidikan yang baik dari kakak sepupunya sendiri, tumbuh menjadi sosok yang giat belajar dan mengajar. Muhammad Tahir Jalaluddin berkuliah di Mesir dan menjadi ulama terkenal di Malaysia, menikahi wanita Pulau Pinang dan menjadi warga negara Malaysia.
Salah satu putranya , Datuk Hamdan Bin Sheikh Tahir, menjadi tokoh pendidikan di Malaysia, dan pernah menjadi Yang Di Pertua Negeri Pulau Pinang.
Datuk Hamdan Bin Sheikh Tahir
Ibundaku Noerhajati , bersama adik bungsuku tahun 1997.
ALBUM FOTO KENANGAN AYAH DAN KELUARGA DATUK HAMDAN BIN SHEIKH TAHIR
Kenangan ayahku (alm) saat makan siang di kediaman Datuk Hamdan Bin Sheikh Tahir , Pulau Pinang Malaysia.
Kenangan ayahku (alm) saat makan siang di kediaman Datuk Hamdan Bin Sheikh Tahir , Pulau Pinang Malaysia.
Kenangan ayahku (alm) saat makan siang di kediaman Datuk Hamdan Bin Sheikh Tahir , Pulau Pinang Malaysia.
Peran Tun Dato DR H Hamdan Bin Sheikh Tahir (Keturunan Minangkabau Indonesia) dalam MEMAJUKAN PENDIDIKAN DI MALAYSIA
Siapakah Menteri di Dunia Pendidikan saat itu? Kemajuan dunia pendidikan di Malaysia sebenarnya salah satunya tak lepas dari jasa almarhum Tun Dato DR H. Hamdan Bin Sheikh Tahir . Beliau adalah arsitek peningkatan kualitas pendidikan di Malaysia.
Ayahanda beliau, bernama Sheikh Muhammad Tahir Jalaluddin , adalah asli orang Bukittinggi. Sheikh Muhammad Tahir Jalaluddin adalah adik sepupu sekaligus anak angkat ulama terkenal Achmad Khatib al Minangkabau (pernah menjadi imam Masjidil Haram)
Tahun 1966 hingga tahun 1976 beliau berperan sebagai Ketua Pengarah Pendidikan Malaysia . Dan di tahun 1976 hingga tahun 1982 memegang tugas sebagai Naib Canselor Universiti Sains Malaysia , Pulau Pinang (Penang). Selain sebagai Wakil Tetap Malaysia dan Duta di UNESCO , Paris , Prancis dari tahun 1982-1985.
Dan sejak 1 Mei 1989 , DR H. Hamdan Bin Sheikh Tahir , dengan gelar lengkapnya Tuanku Yang Terutama Dato’ Seri (DR) H. Hamdan Bin Sheikh Tahir .M.N, P.S.M,., D.U.P.N., D.P, DMPN , K.M.N., resmi dilantik sebagaiTuan Yang Terutama Yang di-Pertua Negeri Pulau Pinang.
Pada tahun 1993 bulan Agustus beliau dilantik sebagai Canselor Universiti Pertanian Malaysia.
Dalam menjalani pelbagai jabatan tersebut ada jabatan rangkap yang juga diembannya. Sebut saja sebagai Pengurus Lembaga Gubernur Dewan Bahasa dan Pustaka 1966 hingga 1976. Selain merangkap sebagai tenaga ahli di beberapa insititusi kependidikan Universiti Pertanian Malaysia. Institut Teknologi Malaysia (sekarang Univeristi Teknologi Malaysia) dan Maktab Tentara di Raja Malaysia.
Tahun 1976 hingga 1986 sebagai Persatuan Penyelamat Kelemasan Malaysia.
Begitu banyak peran penting beliau di negeri jiran Malaysia. Jejak pendidikannya antara di mulai dari Sekolah Rendah Melayu , Kuala Kangsar, lalu Sekolah menengah Clifford, Raffles College Singapura, termasuk beasiswa yang juga ia peroleh untuk belajar di University of Nottingham , lalu University of London dan Universiti Malaya Singapura. . Sementara berbagai profesi guru seperti mengajar di Sekolah Clifford , dan sebagai Pengetua di Sekolah Iskandar Shah , Parit, Perak dan sebagainya.
Pengabdian dan minatnya di dunia pendidikan , telah memberi warna segar dalam dunia pendidikan Malaysia. Tak heran jika dulu berbondong-bondong warga Malaysia mengejar pendidikan tinggi di Indonesia, kini mulai terjadi sebaliknya. Dulu Malaysia mengundang banyak dosen dan guru untuk mengajar di Malaysia , di sekolah menengah , sekolah menangah kejuruan dan perguruan tingginya.
Ayah ku , salah satu yang memperbaiki pendidikan Fisika sekaligus Lab Fisika Sekolah Menengah Kejuruan di Sekolah SULTAN ISMAIL Johor Baharu.
Saat itu ayah ditawari untuk pindah menjadi warga negara Malaysia, dan menetap di sana. Seorang sahabat ayah , Paman Syahrir, adlaah salah satu yang akhirnya menjadi warga negara Malaysia.
Menghargai guru dengan gaji atau imbalan bagi guru dan pendidik yang luar biasa tinggi. Para guru dan dosen sangat sejahtera. Maka SDM berkualitas dan berpotensi besar, akan memilih profesi mengajar. Itu hanya salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan, selain fasilitas, laboratorium yang memadai , dan ilmu eksakta digenjot untuk tahap awal meningkatkan kecerdasan dan pola pikir.
Kala itu membuka jalan mudah bagi peningkatan kualitas guru, dengan jaminan kesejahteraan para guru , jadi salah satu cara dari banyak langkah yang diprakarsainya. Mengundang para guru dari Indonesia juga merupakan gagasan yang tak sedikit memberikan sumbangsih bagi peningkatan pendidikan.
Dalam sebuah buku biografi yang dihadiahkan beliau kepada ayah penulis, ia yakin bahwa kunci perubahan dan kemajuan suatu bangsa terletak pada sektor pendidikan, lalu kesehatan.
Makam Salah satu leluhur, Tuanku Nan Tuo , 7 tahun silam (2018) Sumber foto: Deded Fardianto
Makam Salah satu leluhur, Tuanku Nan Tuo , 7 tahun silam (2018) Sumber foto: Deded Fardianto
Makam Salah satu leluhur, Tuanku Nan Tuo , 7 tahun silam (2018) Sumber foto: Deded Fardianto
MAKAM TUANKU NAN RENCEH /RANCA'
2016
Makam Salah satu leluhur , Tuanku Nan Renceh, 8 bulan silam, sumber foto ARMS.ID
Makam Tuanku Nan Renceh, 8 bulan silam, sumber foto ARMS.ID
Makam Tuanku Nan Renceh, 8 bulan silam, sumber foto ARMS.ID
Makam Tuanku Nan Renceh, 9 tahun silam, sumber foto Andrian Sani
Makam Tuanku Nan Renceh, 8 bulan silam, sumber foto ARMS.ID
SILSILAH KELUARGA ( ANAK ANAKKU)
Leluhur kami salah satunya adalah Tuanku Nan Tuo dari ibundaku Noerhajati binti Muhammad Yunus bin Muhammad Amin Datuk Bagindo Bin Muhammad bin Jalaluddin (Fakih Saghir) bin Tuanku Nan Tuo .
Juga leluhur kami Tuanku Nan Renceh, juga dari garis ibundaku ,ayahnya Muhammad Yunus, kakek ibuku Muhammad Amin Datuk Bagindo, adalah putri dari Gandam Urai Binti Abdullah /Tuanku Nan Ranca/Renceh , salah satu putri Tuanku Nan Renceh.
Gandam Urai memiliki adik bernama Limbak Urai. Limbak Urai adalah ibunda dari Sheikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi , salah satu ulama Indonesia yang pernah menjadi Imam Masjidil Haram , setelah Syech Nawawi Al Bantani.
Muhammad Amin Datuk Bagindo adalah kakak kandung dari Muhammad Tahir Jalaluddin , ulama Malaysia yang juga ahli ilmu Falak .
Belum sempat melengkapi silsilah ini dengan saudara kandung lainnya, hanya silsilah yg berhubungan langsung saja dengan anak anakku, dan hubungan kekerabatan dengan Syekh Ahmad Khatib , dan Muhammad Tahir Jalaluddin .
Garis keturunan Minangkabau yang berwarna hijau dan merah tua. Ayahku Alm Amir Achmad, berasal dari Palembang Sumatera Selatan. Namun tidak aku peroleh silsilah ayah .