Daftar Blog Saya

Sabtu, 13 Desember 2025

CERITA VIDEOKU : VIDEO TEMPO DULU , TAMAN GEDUNG SATE DAN SUASANA JALAN CIMANDIRI KOTA BANDUNG




Tahun 1969 , kami sekeluarga pindah dari Gandok ke jalan Progo. Rumah dinas sebuah PTN di Bandung. Taman Gedung Sate yang masih  biasa-biasa saja, hanya hamparan rumput dengan banyak pepohonan besar. Kadang rumputnya memanjang  , terkesan  kurang terawat.

Serunya kami  bisa menerobos  ke taman Gedung sate setiap saat , di kavling (sekarang Progo 19) kosong  bentengnya pendek, hanya semeter kurang. Kami bisa memanjatnya, menyeberangi selokan lewat jembatan kayu. Sampai deh di jalan Cimandiri yang masih berupa hamparan  kebun  jagung dan sawah.

Menyeberangi jalan Cimandiri  langsung ke lapangan Gedung Sate. Tempat main favorit , bisa lari lari  sepuas hati, main ucing ucingan. Menatap langit luas dan jernih. Pepohonan yang  teduh. Main sepintrong , dan  bertualang menaikiki tangga-tangga di taman. 

Halaman belakang Gedung Sate ini sering dipakai piknik TK Citarum, rutin  kami jalan-jalan ke sini. Sering bawa bekal; dari rumah, dimakan bareng  di sini.

Ada pehobi motor trail  yang suka latihan juga di sini, atau  aero modeling, kapal terbang mini  yang suka kami tonton. Mengasyikkan menonton kapal terbang mini di sini. Kenangan manis lain ketika kawasan ini jadi tempat Konser Pesta Musik Kemarau  , Agustus  tahun 1975. 

Seingatku , lautan manusia  telah menyebabkan juga banyak korban jatuh pingsan. Aku sendiri cukup menonton  dari atap rumah. Betulan,  para tetangga sebelah juga pada nangskring di atap belakang rumah demi menonton Good Bless dan grup rock lainnya. Seru banget, sambil  bawa cemilan  peuyeum goreng  , rujak buah


HALAMAN GEDUNG SATE 1970 AN 

Halaman belakang ini masih jadi kawasan favorit untuk olahraga, ada yang main hokey juga rupanya. Ada latihan baris berbaris, latihan drumband,  dan banyak lagi. 

Nah , ini aku ada video tahun 1974, Agustusan di jalan Cimandiri Kota Bandung. Ada satu rumah  , anggota PI3  (Persatuan Istri Insinyur Indonesia) yang dijadikan tempat merayakan Agustusan bagi anak-anak anggota PI3. 



Perhatikan ,  acara karnaval anak  , penampakan jalan Cimandiri,  ada gerobak sepeda  es krim Woody yang dulu  sangat populer untuk anak anak, selain es krim Diamond dan es krim Peters

Barulah tahun 1980an   halaman luas belakang Gedung Sate dipercantik. Menjadi Taman Gedung Sate.



TAMAN GEDUNG SATE 2002.

Dalam video pertama (paling atas, di YouTube)  ada  video anak-anak sedang berlarian di Taman Gedung Sate. Masih ada tangga untuk naik ke atas ,  masih  banyak  bunga bugenvil.

TAMAN GEDUNG SATE 2025

Masih dari video  teratas (Youtube Mas Srie Nostalgia),  penampakan video terkini, yahun 2025. Sudah berubah tamannya, tidak ada lagi pedestrian di tengah taman. Tidak ada lagi barisan bugenvil, tangga  jadulnya sudah dibongkar.  Tamannya menjadi tertutup,  tidak  ada tempat lagi untuk pejalan kaki di tengah taman.




 







Senin, 08 Desember 2025

MY DIARY : BIKIN VIDEO COVER LAGU, DI STUDIO GENERAL ACCOUSTIC PRODUCTION NYA PAK MAHYUDDIN RAHIM , DIIRINGI MUSISI BELIA YUSUF PANGALELA.

 Hari itu  tanggal 8 Desember 2025, akhirnya  aku  mencuri curi waktu.  Penasaran ingin tahu  studionya pak Mahyuddin Rahim .  Tanpa kostum buat tampil, pakai kostum praktis sehari-hari. 

Jam 13.00 , bersyukur hari itu tidak hujan. 

Ternyata dekat  dari rumah.  Jalan Cijawura Girang II nomor 3 , SekejatiKota Bandung. Seperti biasa, waktuku  sempit.  Bukan karena orang sibuk, tapi di rumah ada para cucu yang lucu banget.  Kapan lagi  bisa  berlama-lama dengan cucu yang  lucu , soleh soleha dan pintar, bikin gemes. 

Nah mumpung cucu aku sedang diajak ibu  ayahnya , aku otw ke studio pak Mahyudin. Kenalanku ibu Entin Kartini yang beri informasi.

Nah , para penghobi nyanyi, di sini kita bisa  ikutan nyanyi, sambil divideokan, terus dibimbing dan dilatih. Kebetulan aku dapat harga spesial banget, bayangkan, nyanyi  3 lagu , untuk video cover, dilatih  dulu, diberi masukan.

Lalu syuting, musiknya keren banget, anak muda mahasiswa  bernama Yusuf, putra pak Mahyuddin yang main keyboard dan menyiapkan layar untuk teks di depan, untuk yang lupa teks. 

Lansia seperti aku, memang sering lupa teks.

Btw, seharusnya aku tuh  berhias dulu, minimal pakai bedak dan lipstik. Pakai kerudung yang cantik, baju yang bagus.

Karena tadinya hanya ingin lihat studionya saja, lokasinya , dan mau numpang latihan saja,  jadi  modelnya pakai kostum buat naik angkot. Tanpa bedak, tanpa lipstik......

Nggak apa deh, mau test dulu ...coba-coba nyanyi divideokan  .

Tadaaa, jadilah aku  menyanyikan 3 lagu,  dengan 2 atau 1 kali latihan, alias percobaan.


VIDEO CLIP COVER SONG SRI ANGGANI
KEMUNING  (TETTY KADI )
CIPTAAN ARIYANTO



Jujur sih, di rumah saja jarang latihan , jarang nyanyi. Padahal hobi. Nah , dibimbing sama Pak Mahyudin, cara tampil danberkespresi, banyak masukan.

Jujurly , aku tuh paling nggak hobi dandan . Tapi  nanti nanti mau deh . 

LAGU SAAT MALAM

Lagu saat malam, bait ke 1.

Sejarahnya, tahun 1988, teman aku sesama kru radio swasta temnpat aku siaran, memberi aku teks lagu . Diketik. Dan sebuah rekaman kaset. Terdengar suara pria menyanyi, lalu aku berlatih  meniru lagu itu. Diminta temanku menghafalkannya. 

Sampai aku hafal. Dan temanku lalu mengajak ke satu rumah dimana ia menumpang tinggal di situ. Aku di perkenalkan  oleh  putra empunya rumah. Maaf aku tidak sebutkan namanya, rumah itu terletak di jalan Lengkong besar. Lalu anak muda itu meminta aku menyanyikan lagu yang aku pelajari. Ia  yang mengiringi aku main piano.  Sepertinya lagi mencari  vokalis untuk lagu ciptaannya.

Aku sudah berkali kali bertanya pada rekan kru radio itu, ini lagu sebetulnya siapa yang ciptakan. Dia hanya bilang temanku. Dirahasiakan, ujarnya. 

Tapi ketika  bertemu empunya rumah , yang notabene mahasiswa Planologi ITB itu, kok feelingku merasa, sepertinya dia yang menulis lagu ini dan menciptakan melodinya. Dia minta aku menyanyikan 3 lagu . Ia juga memberikan petunjuk  harus seperti apa mengekspresikan lagu itu. Nah , aku lupa  , lagu Saat Malam ini aslinya apa judulnya...... 

Setelahnya..., waktu bergulir, aku bilang kepada temanku, menhyerah deh, tidak siap menjadi vokalis lagu-lagu itu. Selanjutnya, waktu bergulir........ sudah  lupa dengan lagu tersebut. 

Tidak pernah serius lagi  tentang  jadi vokalis 3 lagu tadi, karena  rasanya  aku tak cocok tampil  di dunia tarik suara. Meski begitu, lagu tersebut ada yang menempel  di kepalaku, sampai hari ini.

Jadilah  bait ke 1 lagu itu aku pakai,  tanpa aku bisa memastikan  siapa penciptanya. Mungkin ,  pengiring piano di sebuah rumah jln Lengkong Besar itu penciptanya. Tapi beliau sudah almarhum di musim covid 19. Ketika  mendengar kabar wafatnya beliay di musim covid,  tahun 2020, suamiku tersayang juga wafat  . Tahun 2023. 

Aku teringat kembali lagu tersebut, hanya hafal 1 bait pertama. Lalu  , untuk mengenang suami yang aku sayangi, aku tulis bait ke 2 dan ke 3. 

Bait ke 2 dan ke 3 , aku yang tulis. Melodinya, sampai sekarang masih anonim. 

BERIKUT  VIDEO KLIP COVER LAGU , KARYA PAK MAHYUDDIN BERSAMA  MUSISI BELIA YUSUF PANGALELA DI STUDIONYA.  

Studio : General AccoustIc Production.

Nama musiknya : General Akustik Bandung.

Musisi :

Keyboard/Guitar : Yusuf Pangalela

Bass/Guitar Rythm : Mahyuddin Rahim.

Menyanyi tanpa berhias diri, dadakan , spontanitas. Kerennya,  Yusuf  bisa langsung tanggap memainkan musik  lagu yang tidak terkenal ini. 

Berikut Video Clip Lagu Saat Malam 


LAGU SAAT MALAM  TAUTAN VIDEO YOUTUBE KU  yang ke 2 , @sorotankawasan 


Menyanyi itu, tidak harus untuk menghibur di panggung, tapi juga bernyanyi adalah untuk  kesehatan jiwa..... Terimakasih Pak Mahyuddin dan Cep Yusuf











Senin, 21 Juli 2025

CERITA VIDEOKU: NARA PARK, TEMPAT MAKAN ENAK, SAMBIL REKREASI DAN HEALING , TAMANNYA CANTIK DAN LUAS, ADA PLAY GROUND ANAK


 

Bandung, 2 Juli 2025. Hari Rabu. Kami memilih makan di sini  mumpung bukan weekend. Menghindari macet dan  keramaian  weekend. Jadi bisa makan sambil mengajak cucu bermain di playground dengan nyaman. 

Makan siang bareng anak dan cucu di  hari kerja ,  jadi  menantuku tidak ikut karena sedang ngantor.  Kami pilih NaraPark, karena di sini kami bukan sekedar makan siang bersama dan  quality time, tapi juga  mengajak cucu puas bermain.

Lapangan rumput bersih terawat  membuat  anak-anak kecil riang gembira lari kesama kemari. Apalagi di pinggirnya  ada  kandang Kura-kura besar  yang lucu. 

Taman luasnya berterasering ,  makin memanjakan mata dan  suasana. Undak undak dan tangga  naik turun ,  ada sensasi  rekreasi. Di udara sejuk Bandung utara, jalan rancabentang Ciumbuleuit

Turun sedikit  ke taman  yang paling bawah, ada kolam ikan  dengan air terjun mini,  kandang marmut ala  teletubies, lagi-lagi lapangan rumput lainnya,  bikin bocah  riang gembira. 



Nah, untuk makan siang, boleh pilih  tempat  yang paling  disuka. Mau yang ala ala mana nih. Bisa pilih yang di atas atau yang menghadap lapangan rumput dan taman. Semuanya cozy dan artistik. Adem dan nyaman. Semuanya artistik,  dan instagramable.... 



Pilih makanan  lezat yang variatif menunya , dari yang Indonesia banget sampai yang ala barat atau  ala Jepang dan Cina juga ada.  Hari itu kami dapat  bonus kue ulang tahun mini ,  buat cucuku yang  ulang tahun. Lucu banget kuenya , tart mini super imut..... Cocok sih untuk bocah batita....

Menu makan siang, pilih  nasi goreng kencur, nasi putih  pakai ayam dll, pasta karbonara,  dan minumnya air mineral biasa saja. Juga smoothies yang legit  dan tidak eneg.



Narapark , jalan Rancabentang 28 , Ciumbuleuit , Kota Bandung. Bisa sarapan  dari jam 07.00, sampai jam 22.00 malam tutupnya.

Harga  makanan minuman  sesuai dengan  penyajiannya yang  cantik,  rasa yang lezat dan suasana  dan lingkungan yang  indah . Cocok untuk  kumpul bareng teman dan keluarga besar. 




Minggu, 20 Juli 2025

CERITA VIDEOKU : KULINER MARGAHAYU RAYA, MI BASO KANGKUNG MAS HARIS DAN MAS MUL (MOEL)

 

MARGAHAYU RAYA , NAMA SALAH SATU  KOMPLEKS PERUMAHAN TERTUA DI KOTA BANDUNG........ PERUMAHAN YANG AKHIRNYA  SUDAH MENJADI KOTA SATELIT MINI  DENGAN  AREA BISNIS SERTA KULINERNYA

YUK  SPILL  JAJANAN DI PERUMAHAN INI . 

JAJANAN DI MARGAHAYU RAYA UMUMNYA MURAH MERIAH UNIK ENAK .... 

SIMAK YUK  DI VIDEO-VIDEO  KULINER  YG AKU UNGGAH DI YOUTUBE  @SorotanKawasan 

MI BASO KANGKUNG MAS HARIS 

VIDEO YOUTUBE:
Mi Baso Kangkung Mas Haris, mi baso gerobak yang  saat aku beli, sedang berkeliling  sekitar jalan Merkuri  Utara .

Sore itu   di rumahku amancu sedang kumpul , enaknya sih ada makanan  yang  mengenyangkan tapi bukan nasi.  Kebetulan rumahku dekat  selokan besar dan jembatan  yang menghubungkan Metro dan Margahayu Raya. Aku telpon Mas Haris , untuk janji ketemuan dekat jembatan. Jadi Mas Haris tidak usah terlalu jauh  ke  Metro. 

Aku  pesan mi yamin  manis 5 porsi ,  lengkap dengan bakso buatan Mang Haris sendiri. Ceker ayam yang lembut , dan porsinya, lumayan bikin kenyang. Harga seporsi  murah , Rp15.000. Bisa telpon kalau pesan , juga jika pesan lebih banyak untuk arisan bisa banget. Kalau ada tamu jumlah besar dadakan, Mas Haris siap  datang.

Biasanya berjualan  mulai sore hari di kawasan jalan Merkuri dulu, kalau ke Metro (Jalan Venus Timur /Barat)  biasanya  lewat magrib, atau kalau ada yang pesan lewat telpon saja. 

MI BASO KANGKUNG MAS MOEL , JALAN MERKURI TENGAH 23 

Nah, Mas Haris ini ternyata punya kakak yang juga jualan mi baso kangkung yang sama persis. Tapi  tidak  ngider pakai gerobak, melainkan  stay di jongko. Lokasinya di jalan Merkuri Tengah 23.

Aku coba deh datang ke sana,  harganya beda sedikit, Rp16.000 untuk  jenis porsi yang sama.  Sama enak dan banyaknya. Bedanya di  warung basi mi kangkung Mas Mul /Moel, ada jenis-jenis  kombinasiu lainnya. Seperti ada mi ayam juga. Bisa  pakai  tambahan aneka jenis kriuk semisal sukro dan kerupuk,  dan beli minuman  juga. 

Tempatnya sederhana, tapi bersih dan nyaman banget.  Lumayanlah untuk  yang datang memang ingin menikmati kelezatannya . Atau yang beli untuk bawa pulang. Bukanya mulai jam 10,30 siang sampai  malam. 

VIDEO YOUTUBE:
Mi Baso Kangkung Mas Moel,  mi baso di jongko  jajanan jalan Merkuri Tengah 23 , Perumahan Margahayu Raya Kota Bandung, kelurahan Manjahlega, Kecamatan Rancasari



#kulinerbandung
#margahayurayabandung
#jajananmurah
#mibasokangkungmurahenak


Kamis, 10 Juli 2025

CERITA VIDEOKU , NOSTALGIA JADUL, KENANGAN JADI PENYIAR JAMAN BAHEULA, BELUM ADA PERALATAN CANGGIH, SERBA MANUAL.



CERITA KENANGAN, VIDEO INSTAGRAMKU 

Puluhan tahun silam ,  saat masih bersekolah , mencoba melamar dan ikut test sebuah stasiun radio.  Boleh mulai siaran sedikit sedikit, latihan di studio yang berlokasi di Bandung utara tersebut.

Sayangnya lokasi terlalu jauh dari rumah,  rasanya bahagia banget ketika diterima di sebuah stasiun radio  dekat rumah. Bisa  jalan kaki atau naik motor.  

Awal mulanya berminat siaran di radio, karena hobi membaca cerita dengan suara dikeraskan. Hobi membaca cerpen  juga sudah dari kecil. Majalah Bobo, dan Kawanku,  jadi majalah favorit yang selalu  aku nanti terbitnya,  biasanya di rumah juga pada rebutan.  Nah, menikmati setiap cerpen   adalah sesuatu  banget.  

Saking senangnya baca cerpen, suka mengulang ulang kisahnya. Dan membacanya dikeraskan seperti pembaca berita.

Dulu ibu guru yang  pandai mengajarkan cara membaca yang baik, indah dengan intonasi cantik dan  ekspresif, serta artikulasi yang bagus, adalah Ibu Elisabeth Sri Sukamti, guru kesayanganku di kelas 3 SD. Ibu guru yang pandai main drama. Juga pandai bercerita di kelas.

Karenanya aku  jadi tertarik juga mengarang alias menulis.

Tambahan , adik bungsu ibuku,  Farida Yunus, rajin mengajakku  ke taman bacaan di jalan Sabang Bandung pinjam buku cerita. Kalau aku ulang tahun, diajak ke toko buku, memilih komik favorit. Buku cerita HC Andersen dari toko buku Kosmos di jalan Ciateul Bandung.

PERNYIAR LAGU INDOINESIA POP TERBARU

Saat melamar di stasiun radio dekat rumah, aku bahagia bisa keterima. Jadi jadwal siaranku, sepulang sekolah langsung ke stasiun radio untuk siaran.

Aku senang siaran di sini, karena disiapkan petugas operator, di stasiun sebelumnya aku  siaran dan  jadi operator sekaligus. Menyiapkan log book,  menyiapkan kaset iklan, memutar iklan, mengisi laporan log book, dan  menyiapkan kaset iklan serta lagu  suopaya ngepas pas diputar , butuh waktu dan ketelitian.

Lalu saat memutar lagu, baik dari kaset atau piringan hitam, mengatur mixer,  dan mengatur mic, butuh  konsentrasi tinggi.  Belum lagi mengangkat telepon dari pemirsa yang  minta diputarkan lagu, mencatat kiriman lagunya untuk siapa saja. Yup, itu di stasiun radio pertama , tahun 1981. 

Di Stasiun Radio ke 2 ,  tahun 1982, petugas  operator di ruangan sebelah yang dibatasi dengan kaca.  Entah kenapa,  ujuk ujuk saya kok bisa ya  dengan mudah  menjalani profesi tersebut. Padahal belum pernah ikut pelatihan dan kursus. Langsung bilang pada bos, sudah pengalaman di stasiun radio pertama.

maka  jadilan 10 tahun berjalan , aku menjadi penyiar radio  swasta.  Yang  jam siarannya seminggu 3 kali. Kalau mau honor besar, ambil jam siaran teman yang berhalangan hadir,  atau bambil tambahan siaran sebelum subuh.  Dan ambil siaran hari libur.

Ada tahun tahun dimana aku siaran di 2 radio sekaligus , dengan 2 nama yang berbeda.  Nah, stasiun radio ke 3 ini juga dekat rumah. Hanya  sayangnya tanpa operator , harus  menjadi operator sekaligus  penyiar.  Tapi honoirnya lebih besara, apalagi kalau mau mengisi siaran hari libur nasional dan saat lebaran. 

Dulu  hiburan  para pelajar dan mahasiswa memang radio swasta. 

Aku spesialis lagu-lagu pop Indonesia terbaru dan  tambahannya siaran untuk lagu-lagu pop barat ,sesekali menggantikan rekan  yang tidak bsia hadir. Kadang ada acara bebas di hari Minggu, yang aku isi dengan rekaman obrolan dengan pemirsa dan artis yang ketemuan di luar acara. 

Dulu belum  ada insternet, siaran televisi masih sangat terbatas sesudah magrib dan hari minggu setengah hari.  Jaid radio swasta  menjadi  hiburan yang menemani para pelajar dan mahasiswa belajar dan menyelesaikan tugas-tugas. 

Untukku,  masa silam  menjadi kenangan indah.  Mengalami juga  perjalanan siaran  sebelum subuh dan oulang larut malam sambil deg degan kala bawa motor Honda Astrea. Tapi saat dapat pinjaman mobil ortu, pulang malam lumayan  aman. 



 

Selasa, 20 Mei 2025

In Memoriam Ibu, Ayah, Datuk Hamdan Bin Sheikh Tahir, dan tali kerabat kami dengan Sheikh Ahmad Khatib al Minangkabawi


IN MEMORIAM
AYAH , IBU , KEDEKATANNYA DENGAN  TUN DATO HAMDAN BIN SHEIKH TAHIR, PULAU PINANG MALAYSIA
 (SEBUAH KENANGAN)

Ayah dan ibu , aku juga, pernah tinggal di Johor Baru , karena ayah mendapat tugas untuk mengajar di malaysia. Saat itu Malaysia  mulai menjalin kerjasama dengan pemerintah Indonesia. Jadi banyak dosen dan guru-guru Indonesia dikirim oleh pemerintah RI untuk  meningkatkan kualitas pendidikan di Malaysia. Ayah  mendapat tugas  tahun 1969 sampai dengan tahun 1974. 

Ayahku Amir Achmad

Ayahku, Amir Achmad




Banyak kerabat ibuku yang berasal dari Sumatera Barat , sudah menjadi warga negara Malaysia. Salah satunya , tokoh pendidik terkenal Tun Dato Hamdan  Bin Sheikh Tahir. Yang pada tahun 1989-2001 , mendapat amanah untuk menjadi Yang DiPertua Negeri Pulau Pinang Malaysia. Saat kami tinggal di Johor Baharu  itulah ,  kekerabatan ayah, ibu  dengan Datuk Hamdan (panggilan hormat kami kepada beliau)   kian erat terjalin. 

Tun Dato Seri  Hamdan bin Sheikh Tahir, saat menjadi Yang Dipertua Pulau Pinang Malaysia 


Tun Dato Seri  Hamdan bin Sheikh Tahir,
saat menjadi Yang Dipertua Pulau Pinang Malaysia 


Screenshoot  dari buku biografi Tun Dato Seri  Hamdan bin Sheikh Tahir, Malaysia.





CERITA DALAM FOTO 

Kiri : Dato   Hamdan bin Sheikh Tahir, Kanan: Amir Achmad ayahku 


Ayah  (alm) Amir Achmad, di tengah, pakai baju hitam. Di samping kanan ayah,  paman sepupu ibuku , Datuk Tun Hamdan Bin Sheikh Tahir (alm_.  Yang pernah menjadi  Yang Dipertuan Negeri Pulau Pinang Malaysia. Berfoto  bareng di depan Pusat Falak Sheikh Tahir, Pulau Pinang Malaysia. 

Ayah dari  Dato Hamdan Bin Sheikh Tahir ,  adalah Sheikh Tahir , dikenal dengan nama lengkapnya  Muhammad Tahir Jalaluddin , ulama terkenal Malaysia, yang memiliki keahlian ilmu Falak. 
Muhammad Tahir Jalaluddin 


Muhammad Amin Datuk Bagindo , Kakak kandung Muhammad Tahir Jalaluddin 

Muhammad Tahir Jalaluddin, adalah adik kandung dari  Muhammad Amin  Datuk Bagindo (kakek ibuku).   






Ibuku  (alm) , berbaju merah. Bersama sepupu dan keponakan, bersilaturahmi kepada paman sepupu ayahnya, Dato Hamdan Bin Sheikh Tahir (tengah) , di  kediaman resminyua sebagai  Yang Dipertua Negeri Pulau Pinang, Malaysia. Gedung SERI MUTIARA, 

Ibuku Saat berada di SERI MUTIARA Pulau Pinang , kediaman resmi (rumah dinas) Datuk Hamdan Bin Sheikh Tahir sebagai  Yang Di Per Tua   Negeri Pulau Pinang Malaysia (1989-2001)

Potret Keluarga Datuk Hamdan Bin Sheikh Tahir , bersama anak istri dan menantu serta cucu 


Foto lawas, aku  (tengah) bersama Aisah putri dari Dato Hamdan bin Sheikh Tahir, saat berkunjunga ke Indonesia , di Hotel Cipaku Indah. 



SYEKH AHMAD KHATIB,  IMAM MASJIDIL HARAM YANG  SEPUPU  KAKEK BUYUTKU


Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi , adalah salah satu dari  3 ulama asal Indonesia  yang pernah menjadi  Imam Masjidil Haram .  

Tiga (3) ulama  asal Indonesia, yang pernah menjadi Imam Masjidil Haram di Makkah Al Mukaromah. Syekh Jumaid al Batawi , Syekh Nawawi Al Bantani, Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi . 

Syekh Ahmad Khatib , saudara sepupu Muhammad Amin Datuk Bagindo dan Muhammad Tahir Jalaluddin,  adalah putra dari Limba Uray (ibunya)  wanita  dari Kampung Tuo Ampe Angke Bukittinggi . 

Limba Uray  memiliki kakak perempuan bernama Gandam Uray ,  yang wafat ketika putra bungsunya (Muhammad Tahir Jalaluddin ) masih kecil . Muhammad Tahir Jalaludin juga telah menjadi anak yatim  (ditinggal wafat ayahnya ) saat masih 2 tahun, dan yatim piatu saat usia 6 tahun. 

Muhammad Tahir Jalaludin setelah dewasa ulama terkenal di Semenanjung Malaysia. 

Muhammad Tahir Jalaluddin 

 Muhammad Tahir Jalaluddin  juga memiliki kakak kandung  lelaki ,   bernama Muhammad Amin  Datuk Bagindo, kakek buyutku dari pihak ibu. 

Muhammad Amin (bin Muhammad bin Jalaluddin) Datuk Bagindo , kakek buyutku  dari pihak ibu. 

Salah satu putra Muhammad Amin  Datuk Bagindo, adalah  Muhammad Yunus Bin Muhammad Amin .  Muhammad Yunus adalah ayah dari ibuku (Noerhajati) , alias kakekku.

Muhammad Yunus Bin Muhammad Amin Datuk Bagindo 

Muhammad Tahir Jalaluddin, yang masih kecil dan yatim piatu ,  diasuh  , dididik dan dibesarkan oleh bibinya Limba Uray (ibu dari Sheikh Ahmad Khatib) . 

Selanjutnya  Muhammad Tahir Jalaluddin  ikut pindah ke Mekah , menyusul kakak sepupunya , lalu  dibesarkan dan dididik oleh kakak sepupunya Syekh Ahmad Khatib , tinggal bersama keluarga besar mertua Syekh Ahmad Khatib juga. 

 Mendapat asuhan , pemeliharaan dan pendidikan yang baik  dari kakak sepupunya sendiri, tumbuh  menjadi  sosok  yang  giat belajar dan mengajar. Muhammad Tahir Jalaluddin  berkuliah di Mesir dan menjadi ulama terkenal di Malaysia, menikahi  wanita Pulau Pinang dan menjadi warga negara Malaysia. 

Salah satu putranya , Datuk Hamdan Bin Sheikh Tahir,  menjadi tokoh pendidikan di Malaysia, dan pernah menjadi  Yang Di Pertua Negeri Pulau Pinang. 

Datuk Hamdan Bin Sheikh Tahir 

  
Ibundaku Noerhajati ,  bersama adik bungsuku  tahun 1997.
 

ALBUM FOTO KENANGAN AYAH DAN KELUARGA DATUK HAMDAN BIN SHEIKH TAHIR 



Kenangan ayahku (alm) saat makan siang  di kediaman Datuk Hamdan Bin Sheikh Tahir , Pulau Pinang Malaysia. 

Kenangan ayahku (alm) saat makan siang  di kediaman Datuk Hamdan Bin Sheikh Tahir , Pulau Pinang Malaysia. 


Kenangan ayahku (alm) saat makan siang  di kediaman Datuk Hamdan Bin Sheikh Tahir , Pulau Pinang Malaysia. 


  Peran Tun Dato DR H Hamdan Bin Sheikh Tahir (Keturunan Minangkabau Indonesia) dalam MEMAJUKAN  PENDIDIKAN DI MALAYSIA 

            Siapakah Menteri di Dunia Pendidikan saat itu? Kemajuan  dunia pendidikan di Malaysia sebenarnya salah satunya tak lepas dari jasa almarhum   Tun Dato DR H. Hamdan Bin Sheikh Tahir  . Beliau adalah  arsitek peningkatan kualitas pendidikan  di Malaysia. 

Ayahanda beliau, bernama Sheikh Muhammad Tahir Jalaluddin , adalah asli  orang Bukittinggi. Sheikh Muhammad Tahir Jalaluddin adalah adik sepupu sekaligus anak angkat ulama terkenal Achmad Khatib al Minangkabau (pernah menjadi imam Masjidil Haram)

            Tahun 1966 hingga tahun 1976  beliau berperan sebagai Ketua Pengarah Pendidikan Malaysia  . Dan di tahun  1976 hingga tahun 1982 memegang  tugas sebagai Naib Canselor Universiti Sains Malaysia , Pulau Pinang (Penang).  Selain sebagai  Wakil Tetap Malaysia dan Duta di UNESCO , Paris , Prancis  dari tahun 1982-1985.

Dan sejak 1 Mei 1989  , DR H. Hamdan Bin Sheikh Tahir  , dengan gelar lengkapnya Tuanku Yang Terutama Dato’ Seri (DR) H. Hamdan Bin Sheikh Tahir .M.N, P.S.M,., D.U.P.N., D.P, DMPN , K.M.N., resmi dilantik sebagai  Tuan Yang Terutama Yang di-Pertua Negeri Pulau Pinang

Pada tahun 1993 bulan Agustus  beliau dilantik sebagai Canselor Universiti Pertanian Malaysia.

Dalam menjalani pelbagai jabatan tersebut  ada jabatan rangkap  yang juga diembannya. Sebut saja sebagai Pengurus Lembaga Gubernur Dewan Bahasa  dan Pustaka 1966 hingga 1976. Selain merangkap sebagai tenaga ahli  di beberapa insititusi kependidikan  Universiti Pertanian Malaysia.  Institut Teknologi Malaysia (sekarang Univeristi Teknologi Malaysia) dan Maktab Tentara di Raja Malaysia

Tahun 1976 hingga  1986 sebagai Persatuan Penyelamat Kelemasan Malaysia.

Begitu banyak peran penting beliau di negeri jiran Malaysia. Jejak pendidikannya antara di mulai dari Sekolah Rendah  Melayu  , Kuala Kangsar, lalu Sekolah menengah Clifford, Raffles College Singapura, termasuk beasiswa yang juga ia peroleh untuk  belajar di University of Nottingham , lalu University of London  dan Universiti Malaya Singapura. . Sementara berbagai  profesi guru  seperti  mengajar di Sekolah Clifford ,   dan sebagai Pengetua  di Sekolah Iskandar Shah , Parit, Perak  dan sebagainya.

Pengabdian dan minatnya di dunia pendidikan ,  telah memberi warna segar  dalam  dunia pendidikan Malaysia. Tak heran jika dulu berbondong-bondong  warga Malaysia mengejar  pendidikan tinggi  di Indonesia, kini mulai terjadi sebaliknya. Dulu Malaysia mengundang banyak dosen dan guru  untuk mengajar di Malaysia , di sekolah menengah , sekolah menangah kejuruan dan perguruan tingginya. 
Ayah ku , salah satu yang memperbaiki pendidikan Fisika sekaligus  Lab Fisika Sekolah Menengah Kejuruan di Sekolah SULTAN ISMAIL Johor Baharu. 
Saat itu ayah ditawari untuk pindah menjadi warga negara Malaysia,  dan menetap di sana. Seorang sahabat ayah , Paman Syahrir, adlaah salah satu  yang  akhirnya menjadi warga negara Malaysia.

 Menghargai guru dengan  gaji atau imbalan  bagi guru dan pendidik yang  luar biasa tinggi. Para guru dan dosen  sangat sejahtera. Maka SDM berkualitas dan berpotensi besar, akan memilih profesi mengajar. Itu hanya salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan, selain fasilitas, laboratorium   yang memadai , dan ilmu eksakta digenjot untuk tahap awal meningkatkan kecerdasan dan  pola pikir. 

Kala itu membuka jalan  mudah bagi  peningkatan kualitas guru, dengan jaminan kesejahteraan para guru , jadi salah satu cara dari banyak langkah yang  diprakarsainya. Mengundang para guru dari Indonesia  juga merupakan gagasan yang tak sedikit memberikan sumbangsih  bagi peningkatan  pendidikan.

Dalam sebuah buku biografi yang dihadiahkan beliau kepada ayah penulis, ia  yakin  bahwa kunci perubahan dan kemajuan suatu bangsa terletak pada sektor pendidikan, lalu kesehatan.
.


LITERATUR:


Tentang Ahmad Khatib



Tentang Muhammad Tahir Jalaluddin







MAKAM TUANKU NANTUO 

Makam Salah satu leluhur, Tuanku Nan Tuo , 7 tahun silam (2018) Sumber foto: Deded Fardianto 

Makam Salah satu leluhur, Tuanku Nan Tuo , 7 tahun silam (2018) Sumber foto: Deded Fardianto 

Makam Salah satu leluhur, Tuanku Nan Tuo , 7 tahun silam (2018) Sumber foto: Deded Fardianto 



MAKAM TUANKU NAN RENCEH /RANCA'


2016



Makam Salah satu leluhur , Tuanku Nan Renceh, 8 bulan silam, sumber foto ARMS.ID

Makam Tuanku Nan Renceh, 8 bulan silam, sumber foto ARMS.ID


Makam Tuanku Nan Renceh, 8 bulan silam, sumber foto ARMS.ID


Makam Tuanku Nan Renceh, 9 tahun silam, sumber foto Andrian Sani 

Makam Tuanku Nan Renceh, 8 bulan silam, sumber foto ARMS.ID






SILSILAH  KELUARGA ( ANAK ANAKKU) 

Leluhur kami  salah satunya adalah Tuanku Nan Tuo dari ibundaku Noerhajati binti Muhammad Yunus bin Muhammad Amin Datuk Bagindo Bin Muhammad bin Jalaluddin (Fakih Saghir) bin Tuanku Nan Tuo

Juga leluhur kami Tuanku Nan Renceh, juga dari garis ibundaku ,ayahnya Muhammad Yunus,  kakek ibuku Muhammad Amin Datuk Bagindo,  adalah putri dari Gandam Urai Binti Abdullah /Tuanku Nan Ranca/Renceh , salah satu putri Tuanku Nan Renceh.

Gandam Urai memiliki adik bernama Limbak Urai. Limbak Urai adalah ibunda dari Sheikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi , salah satu ulama Indonesia  yang pernah menjadi Imam Masjidil Haram , setelah Syech Nawawi Al Bantani. 

Muhammad Amin Datuk Bagindo adalah kakak kandung dari Muhammad Tahir Jalaluddin , ulama  Malaysia yang juga ahli ilmu Falak

Belum sempat melengkapi  silsilah ini dengan saudara kandung  lainnya, hanya silsilah yg berhubungan langsung saja  dengan anak anakku,  dan hubungan kekerabatan dengan  Syekh Ahmad Khatib , dan Muhammad Tahir Jalaluddin . 

Garis keturunan Minangkabau  yang berwarna hijau dan merah tua. Ayahku Alm Amir Achmad, berasal dari Palembang Sumatera Selatan. Namun tidak aku peroleh silsilah ayah .