Daftar Blog Saya

Rabu, 27 Agustus 2014

Galeri Karya Kerajinan Daur Ulang, Recycle Handicraft, Tas Rajutan Kantong Keresek Bekas, Komunitas Daur Ulang PKK RW 01 Metro Soekarno Hatta estate, Margahayu Raya, Manjahlega, Rancasari, Bandung

resycle handicraft, prakarya, kerajinan tangan daur ulang  . Bahan dasarnya  limbah plastik kantong keresek yang diolah dan sirajut. Akhirnya  terwujudlah aneka karya. Harganya tasnya dibandroll antara Rp 50.000 atau  ada yang Rp 65.000. Untuk yang pakai manik-manik atau tas pesta harganya bisa mencapai Rp 100.000,- karena proses pembuatannya rumit. ,

Komunitas seni dan daur ulang PKK RW 01 Metro Soekaro Hatta Estate, Margahayu Raya , Kota Bandung  aktif menghasilkan  karya-karya tas rajut dari  limbah kantong keresek.  Bukan hanya tas yang dihasilkan , ada juga sarung bantal dan tempat tisyu.

Karena karyanya sudah begitu banyak, dan banyak permintaan ingin membeli, akhirnya  komunitas ini memasarkan juga karya-karya mereka lewat bazar.
Sisa kantong keresek  bisa juga dibuat menjadi bunga-bunga mawar yang molek dengan warna-warna cerah. 
tas sehari-hari , karya komunitas daur ulang PKK RW 01 Metro Soekarno Hatta Estate, Kelurahan Manjahlega, Rancasari, Kota Bandung. Handicraft, recycle, plastic, kerajinan/ prakarya daur ulang dari plastik keresek

tas untuk membawa makanan atau botol susu dan botol minuman, untuk perbekalan, cocok untuk  jalan-jalan. Ini adalah karya komunitas daur ulang PKK RW 01 Metro Soekarno Hatta Estate, Kelurahan Manjahlega, Rancasari, Kota Bandung. Handicraft, recycle, plastic, kerajinan/ prakarya daur ulang dari plastik  keresek  bekas belanja di swalayan Yogya / Griya toserba dan supermarket . 
tas pesta, karya komunitas daur ulang PKK RW 01 Metro Soekarno Hatta Estate, Kelurahan Manjahlega, Rancasari, Kota Bandung. Handicraft, recycle, plastic, kerajinan/ prakarya daur ulang dari plastik keresek . Tas warna ungu  indah ini, dihiasi dengan manik-manik. Juga untuk pegangan tangannya terbuat dri rangkaian manik-manik ungu... sangat elegance....

tas sehari-hari , satu setel, , karya komunitas daur ulang PKK RW 01 Metro Soekarno Hatta Estate, Kelurahan Manjahlega, Rancasari, Kota Bandung. Handicraft, recycle, plastic, kerajinan/ prakarya daur ulang dari plastik keresek bekas belanja di swalayan Superindo 
tas casual karya komunitas daur ulang PKK RW 01 Metro Soekarno Hatta Estate, Kelurahan Manjahlega, Rancasari, Kota Bandung. Handicraft, recycle, plastic, kerajinan/ prakarya daur ulang dari plastik keresek bekas belanja di tukang sayur Metro, Mang Asep. 
tas casual, sportif , semi feminin, karya komunitas daur ulang PKK RW 01 Metro Soekarno Hatta Estate, Kelurahan Manjahlega, Rancasari, Kota Bandung. Handicraft, recycle, plastic, kerajinan/ prakarya daur ulang dari plastik keresek bekas belanja di pasar yang warna hitam dan putih

tas casual, sportif , semi feminin, karya komunitas daur ulang PKK RW 01 Metro Soekarno Hatta Estate, Kelurahan Manjahlega, Rancasari, Kota Bandung. Handicraft, recycle, plastic, kerajinan/ prakarya daur ulang dari plastik keresek bekas belanja di swalayan Hypermart MTC atau Metro Indah Mall, Bandung

tas casual, sportif , semi feminin, karya komunitas daur ulang PKK RW 01 Metro Soekarno Hatta Estate, Kelurahan Manjahlega, Rancasari, Kota Bandung. Handicraft, recycle, plastic, kerajinan/ prakarya daur ulang dari plastik keresek putih dan hitam polos

tas casual, sportif , semi feminin, karya komunitas daur ulang PKK RW 01 Metro Soekarno Hatta Estate, Kelurahan Manjahlega, Rancasari, Kota Bandung. Handicraft, recycle, plastic, kerajinan/ prakarya daur ulang dari plastik kerese

tas casual, sportif , semi feminin, karya komunitas daur ulang PKK RW 01 Metro Soekarno Hatta Estate, Kelurahan Manjahlega, Rancasari, Kota Bandung. Handicraft, recycle, plastic, kerajinan/ prakarya daur ulang dari plastik keresek swalayan Borma Margahayu Raya Bandung. swalayan di jalan Rancabolang Bandung, atau cabang lainnya.

tas casual, sportif , semi feminin, karya komunitas daur ulang PKK RW 01 Metro Soekarno Hatta Estate, Kelurahan Manjahlega, Rancasari, Kota Bandung. Handicraft, recycle, plastic, kerajinan/ prakarya daur ulang dari plastik keresek swalayan Griya / Yogya  toserba supermarket

tas casual, sportif , semi feminin, karya komunitas daur ulang PKK RW 01 Metro Soekarno Hatta Estate, Kelurahan Manjahlega, Rancasari, Kota Bandung. Handicraft, recycle, plastic, kerajinan/ prakarya daur ulang dari plastik keresek swalayan Griya / Yogya  toserba supermarket
pameran karya, kerajinan/prakarya daur ulang PKK RW 01 Metro  2014 di Kantor Kecamatan Rancasari Kota Bandung. Yang dihadiri oleh ibu  istri Walikota Bandung dan ibu istri Walikota Magelang dalam sebuah junjungan. Perhatikan pajangan dari bubur kertas. Magnet kulkas yang ciamik dan bingkai dari kertas koran bekas. 
STEP BY STEP  KERAJINAN TANGAN LIMBAH KERESEK  DAUR ULANG , TAS RAJUT, BROS RAJUT,  SILAHKAN TONTON KEGIATAN KAMI, KOMUNITAS DAUR ULANG RW 01 METRO , MARGAHAY RAYA BANDUNG, DI ACARA EKSIS ABIS TRANS 7 , HARI MINGGU, TANGGAL 29 MARET 2015.
pameran karya, di Kantor Kecamatan Rancasari Kota Bandung. Yang dihadiri oleh ibu  istri Walikota Bandung dan ibu istri Walikota Magelang dalam sebuah junjungan. Perhatikan pajangan dari bubur kertas. Magnet kulkas yang ciamik dan bingkai dari kertas koran bekas. kerajinan/prakarya daur ulang PKK RW 01 Metro  2014
 
Stand Kelurahan MANJAHLEGA, di Kantor Kecamatan Rancasari Kota Bandung. Yang dihadiri oleh ibu  istri Walikota Bandung dan ibu istri Walikota Magelang dalam sebuah junjungan. Perhatikan pajangan dari bubur kertas. Magnet kulkas yang ciamik dan bingkai dari kertas koran bekas. PKK RW 01 Metro beserta PKK RW lainnya dari Kelurahan Manjahlega Bandung, tahun 2014

Karya kerajinan tangan limbah / sampah/ barang bekas, dari plastik keresek, koran dan kertas yang dibuat jadi bubur kertas. Menjadi produk cantik dan keren. Pada sebuah pameran, stand kelurahan Manjahlega, di Kantor Kecamatan Rancasari Kota Bandung. Yang dihadiri oleh ibu  istri Walikota Bandung dan ibu istri Walikota Magelang dalam sebuah junjungan. Perhatikan pajangan tas dan produk ereksek bekas, jadi tas dan bunga, dari bubur kertas. Magnet kulkas yang ciamik dan bingkai dari kertas koran bekas. 

Nilai Jerih Payah ,Ide dan Kreatifitas di Balik Karya Kerajinan Tangan



Nilai Jerih Payah ,Ide dan Kreatifitas di Balik Karya Kerajinan Tangan


Komunitas seni dan daur ulang,  seperti biasanya setiap Selasa pagi  berkumpul di Gedung Bale Sawala , alias Gedung Serbaguna RW 01,Perumahan Metro Soekarno Hatta Estate, Margahayu Raya Bandung.

Komunitas yang  aktif dan digagas oleh Ibu Ketua PKKnya, bu Devi,  mulai aktif sejak tahun 2013.  Awal mulanya adalah kegiatan pelatihan gratis,  membuat kerajinan tangan dari  limbah koran bekas.

Saat itu kecamatan Rancasari Kota Bandung mengundang para ibu PKK dari  Kelurahan Manjahlega, Cipamokolan , Mekarjaya, Derwati. Pengajarnya adalah Kang Jalu. Penulis sendiri tidak ikutan.  Tapi penulis bisa belajar dari  rekan-rekan yang sudah ikut pelatihan.

Kebersamaan anggota komunitas ini  mendatangkan manfaat, saling berbagi dan mengajarkan.  Karya-karya  yang dihasilkan juga sudah mulai ada pembelinya. Walaupun dalam jumlah yang sedikit.



Yang menyenangkan adalah banyak keterampilan baru yang kami dapatkan.

Wah , seru sekali kalau karya sudah jadi.










Bazar, Pameran, Nilai Jerih Payah dan Harga sebuah Ide

Pernah juga penulis ikut bazaar dan pameran. Datang seorang yang  ingin membeli dan menawar dengan harga sangat miring.  Seorang rekan saya  protes jika harga karya kerajinan tangan/prakarya/  handicraft / atau hasil kreatifitas  kami dihargai bergitu rendahnya.

Sebut saja karya vas mini / temoat menyimpan pensil dari  bubur kertas.  Wadah ini sangat bermanfaat untuk disimpan d meja kerja, untuk mengorganisir peralatan seperti pensil, ballpoint atau obeng dlsbnya. Bisa juga berfungsi untuk menyimpan sedotan  air minum kemasan gelas. Atau untuk mempercantik meja rias dan meja kerja, dengan bunga artifisialnya.
 Ada yang menganggap  , jika karya tersebut dari  limbah, pasti  tanpa modal. Ia ingin membeli  karya tersebut, katanya untuk merapikan meja tulis anaknya. Buat menyimpan pensil /ballpoint  . Lalu ia menawar,  minta membeli asal  harganya Rp.2.500. Saya katakan sudah dibandroll  Rp 5.000. Pembeli tersebut menggelengkan kepala, terlalu mahal untuk barang dari sampah, lalu segera pergi. .
kerajinan dari limbah, kerajinan daur ulang bubur kertas, recycle handicraft

Saya berlari mengejarnya, biar saja  ia membeli dengan harga Rp 2.500 , sebenarnya saya berharap ia membeli dalam jumlah banyak. Tapi ternyata dia hanya ingin membeli 2 buah saja. Tak mengapa, pembeli  dan konsumen itu kan raja, saya iyakan dengan senyuman. 

Saya akhirnya menjual dengan harga teramat miring , hitung-hitung promosi dari mulut ke mulut. Namun rekan dekat saya menarik lengan saya.   
          
  “Bu, ingat jerih payah ibu mengumpulkan  bahan mentah karya itu. Ibu  mengambil sampah  tetra pak bekas buavita, sampah lho bu. Ingat  tenaga dan waktu  juga, saat  ibu menyucinya supaya bersih. Butuh waktu  dan enerji juga serta ketelatenan kala mengguntinginya. Dengan sabar ibu  menjemurnya.

Lalu untuk polesannya. Ibu membuat bubur kertas dari limbah kertas kan? Setelah terkumpul ibu harus merendamnya sampai 3 hari.  Ibu merendam, butuh waktu  juga dan menggunakan tenaga bukan? Tidak mudah menghancurkan kertas menjadi bubur kertas. Kalau menggunakan blender,  ada enerji listrik yang dipakai. Kalau menggunakan air, ada jasa air bersih yang harus dikompensasikan.

Lalu untuk menghasilkan bubur kertas  ibu , harus menyiapkan saringan dan kain, lalu  memerasnya. Sudah pasti memerasnya dengan sekuat tenaga supaya setengah kering. Selama ini ibu lakukan sendiri bukan? Karena ibu pengrajin langsung, belum menjadi pengusaha kerajinan yang bisa membayar upah  pegawai. Nah kalau dibantu pegawai, ibu juga kan harus siapkan anggaran sebagai bagian dari modal. Itukan modal  jasa/tenaga.

Lantas berapa harga lem Fox yang ibu beli untuk membuat adonan bubur kertas bisa diolah. Lem Fox Purih  yang berkualitas itu ada harganya juga kan? Namanya  kan modal  bahan mentah.
            
 Ingat bu, waktu kita bersama mengaduk adonan itu, harus sekuat tenaga bukan? Supaya adonannya bagus dan karyanya juga rapi dan bagus, seperti membuat roti saja. Ketika ingin memberinya warna,  harus diuleni lagi supaya warnanya merata.

Tak sebentar juga saat kita ingin membuat ornamen hias di  karya yang indah ini.   Ornamen yang sering dibuat adalah  bunga-bunga dan daun. Kita mencetaknya satu demi satu. Telaten dan lumayan  membutuhkan ketekunan, kesabaran, ketelatenan dan enerji lebih. Kalau musim hujan , bisa 3 hari baru kering dan siap digunakan.

Nah untuk  membuat wadahnya,  setelah limbah tetra pak bekas buavita/ hydrcoco/susu ultra/  tehkotak / dlsbnya  yakin bersih dan  digunting rapi. Barulah kita  bisa memulainya. Ini juga butuh keterampilan, ketelatenan, kesabaraan dan  ketekunan. Kita dengan cermat memoles permukaan luar tetra pak dengan adonan. Lantas kita menjemurnya. Sampai  3 hari. Jika hujan kita harus mengangkatnya dan mengamankannya ke tempat teduh.

Sesudah kering,  hasilnya baru ditempeli ornamen seperti bunga dan daun dari bubur kertas juga.  Ingat juga ketika kita menghiasi wadah pensil itu dengan bunga dan daun yang kita cetak satu demi satu seharian lamanya. Lantas dibuat mengkilap dengana adonan lem putih cair, dan menjemurnya kembali.
           
 Terus bu , ide segar alias gagasan cemerlang, untuk sebuah karya, munculnya  kan tidak  ujug-ujug. Tapi melewati berbagai proses dan pemikiran dan  penjelajahan seni  yang  dalam. Harga sebuah seni, desain dan gagasan itu  tidak murahan lho.Harga sebuah desain bisa  mahal jatuhnya.

Nah, baik enerji /jasa manusia , waktu dan  ide yang semestinya diberi harga, sering tidak dianggap oleh pembeli karya kerajinan tangan. Mereka hanya berpikir, bahan bakunya kan murah, hanya sampah? Lupa proses pengumpulan dan pembersihan sampah. Lupa bahwa ada modal berupa bahan mentah yang harus dibeli seperti lem dan  enerji listrik.

Jadi bu, alangkah teganya orang yang  tidak menghiraukan jerih payah karya kerajinan tangan…….Tak sedikit orang yang melirik sebelah mata pada hasil karya kerajinan tangan…,” rekan saya panjang lebar  memberi penjelasan.
             
karya kerajinan tangan daur ulang, handicraft  bubur kertas, sebuah karya bukan hanya bermodalkan bahan mentah dari limbah, tapi nilai gagasan atau ide adalah hasil jerih payah, juga saat mengolah bahan mentahnya, membutuhkan kreatifitas dan  enerji serta kesungguhan yang tidak asal-asalan. Selanjutnya setelah mengolah bahan mentahnya,  mulai membuat sentuhan seni  dan membuar karya sebagai sebuah produk indah. Proses pembuatan sampai pengeringan juga tak sebentar. Butuh ketelatenan. Alangkah  ironisnya jika  nilai jasa ide dan kreatifitas serta keterampilan jemari tangan tidak dihargai....




Saya terdiam mendengar ucapan teman baik saya itu. Sedikit termenung.

Setelah saya hitung, modal lem,  modal pewarna , … Kalau dihitung harga modal bahan mentah per satuannya jatuhnya memang Rp 2.500. Tapi itu hanya modal bahannya  saja. Lantas dimana upah jerih payah untuk tenaga kami? Memangnya sebuah karya tidak dihargai dari tenaga dan ide atau kreatifitasnya? Memangnya membuat karya kerajinan  tidak perlu disemangati dengan  rasa bahagia menerima imbalan atas jerih payah pengrajin?

Aduh, saya jadi ingat diri sendiri. Kalau belanja dulu  kerap saya menawar kebangetan. Untungnya  saya sering terhenyak kalau belanja ke orang kecil . Misalkan penjual buah dan sayuran  gerobak. Kasihan kan, mereka menjajakan dagangan sampai blusukan, mencari nafkah, kok  kalau saya mau beli minta ampun deh  menawarnya?  Berapa nafkah dan untung ia dapat dari berjalan kaki melintas  jalan dan panas terik mentari? Paling hanya sedikit  untung nya, itupun belum tentu bisa menutup modal.

Hikmahnya,  saya jadi lebih  empati kepada orang yang berjualan,  tapi tidak mencari untung besar. Saya memilih membeli tanpa menawar murah kebangetan. Sebaliknya jika berjualan, saya juga perlu empati kepada konsumen atau pembeli, jagar tidak   menjual mahal  kebangetan dan menjual paksa kosumen.

Prinsipnya, saya ingin konsumen bahagia dengan barang yang saya jual, bukan membeli karena terpaksa atau karena rasa tidak enak. Ingin juga ia merasa membeli  tidak kemahalan. Walaupun kerap mereka membeli dengan harga di bawah modal. Tak apalah, kalau untuk  masa-masa promosi. Selanjutnya, semoga empati dan nurani mereka juga berjalan ya.....

Bukankah nilai suatu kreatifitas alias desain tidaklah murahan.  Belum lagi tenaga untuk produksinya? Sayang, karya seni memang sering kurang diminati, karena hanya sebagai  pajangan saja. Padahal  pajangan dan keindahan bunga-bunga di sekitar kita, karya seni di sekitar kita, memberikan efek psikologis yang besar. Seperti rasa kebahagiaan dan memicu semangat bekerja dan bahagia.

Akhirnya, saya ikhlaskan ibu yang membeli karya saya sebanyak 2  buah, dengan harga Rp 2.500  tadi.  Saya berharap ia bisa membahagiakan anaknya di rumah. Ah, ada – ada saja.

Lantas saya  membatin, biarlah untuk pertama kali, saya anggap itu bagian dari promosi saja. BTW saya berharap, kelak bisa menjual karya kerajinan tangan dengan harga wajar.

Semoga para pembeli karya kerajinan tangan memahami,  bukan hanya modal berbentuk bahan mentah saja, tapi tenaga  dan gagasan /ide  itulah , yang juga pantas  dihargai. 

kerajinan dari limbah, kerajinan daur ulang bubur kertas, recycle handicraft

kerajinan dari limbah, kerajinan daur ulang bubur kertas, recycle handicraft
kerajinan dari limbah, dari kardus bekas, kerajinan daur ulang bubur kertas, recycle handicraft





karya kerajinan tangan daur ulang, handicraft  bubur kertas, sebuah karya bukan hanya bermodalkan bahan mentah dari limbah, tapi nilai gagasan atau ide adalah hasil jerih payah, juga saat mengolah bahan mentahnya, membutuhkan kreatifitas dan  enerji serta kesungguhan yang tidak asal-asalan. Selanjutnya setelah mengolah bahan mentahnya,  mulai membuat sentuhan seni  dan membuar karya sebagai sebuah produk indah. Proses pembuatan sampai pengeringan juga tak sebentar. Butuh ketelatenan. Alangkah  ironisnya jika  nilai jasa ide dan kreatifitas serta keterampilan jemari tangan tidak dihargai....

Selasa, 04 Maret 2014

MENGHIAS RUMAH DENGAN KERAJINAN TANGAN LIMBAH / BUNGA BUGENVIL








bugenvil, bersemi indah , taman jalan Venus Timur, Bandung.Jangan biarkan bunga indah berwarna semarak ini terbuang. Daripada menjadi sampah belaka, jadikan Kerajinan Tangan Daur Ulang Limbah dari bugenvil. Recycle Handicraft dari bugenvil.







bugenvil, bersemi indah , taman jalan Venus Timur, Bandung
Kala Bunga-bunga Bugenvil Bersemi




Warna warni bugenvil sangat variatif dan eksotis, membuat tatapan kagum betah berlama-lama memandangnya. Bugenvil  adalah jenis bunga yang rajin bersemi jika kemarau tiba, atau setelh berlama-lama kekeringan , saat disiram hujan akan langsung marak bersemi.

Jika bunga ini berguguran,  paling baik dijadikan kompos. Namun jika warna-warnanya masih cerah dapat  dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan tangan.




Berbagai inspirasi mengolah bugenvil, 
Bougainvillea Creations)terbitan Gramedia Pustaka Utama
Warna-warnanya yang indah bisa bertahan sampai  sekitar 6 bulan hingga setahun. Sesudahnya akan menjadi kecoklatan. Akan tetapi akan tetap indah  tekstur dan bentuknya. 
Saya membuat berbagai kerajinan tangan penghias rumah, saat bugenvil di sekitar rumah saya marak bersemi.  Untuk lebih jelasnya saya membaca dari buku berikut ini, BERKREASI DENGAN BUGENVIL (Bougainvillea Creations)
, TERBITAN GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA (. Buku ini memberikan banyak inspirasi dan ide untuk mengolah bunga bugenvil.


Hasilnya , ini dia , berbagai kerajinan tangan limbah  (kertas, daun dan lainnya) yang saya tambahkan  dengan variasi bugenvil , makin cantik saja. Mulai dari  wadah cantik serbaguna sampai bros, dan magnet kulkas berbentuk bunga dari bugenvil.

bros dan magnet kulkas cantik, dari bunga bugenvil .Beautiful  Handicraft bougainvillea flower. Idenya berdasarkan buku terbitan Gramedia Pustaka Utama, Berkreasi dengan Bugenvil. (Bougainvillea Creations)
bros dan magnet kulkas cantik, dari bunga bugenvil  Beautiful  Handicraft bougainvillea flowers.Idenya berdasarkan buku terbitan Gramedia Pustaka Utama, Berkreasi dengan Bugenvil. (Bougainvillea Creations)
bros dan magnet kulkas cantik, dari bunga bugenvil  .Beautiful  Handicraft bougainvillea flowers.Ide dan cara membuatnya berdasarkan buku terbitan Gramedia Pustaka Utama, Berkreasi dengan Bugenvil. (Bougainvillea Creations)

Bros dan magnet kulkas cantik, dari bunga bugenvil  . Beautiful  Handicraft bougainvillea flowers. Ide dan cara membuatnya berdasarkan buku terbitan Gramedia Pustaka Utama, Berkreasi dengan Bugenvil. (Bougainvillea Creations)
bunga kering, terbuat dari bugenvil, bisa untuk hiasan, atau bros dan magnet kulkas cantik, dari bunga bugenvil . Beautiful  Handicraft bougainvillea flowers. Ide dan cara membuatnya berdasarkan buku terbitan Gramedia Pustaka Utama, Berkreasi dengan Bugenvil. (Bougainvillea Creations)
bunga kering terbuat dari bugenvil,  Beautiful  Handicraft bougainvillea flowers. Ide dan cara membuatnya berdasarkan buku terbitan Gramedia Pustaka Utama, Berkreasi dengan Bugenvil. (Bougainvillea Creations)

Berikut ini berbagai karya dari bugenvil , mulai dari bunga , sampai pigura  berhias  bugenvil

Cantiknya bunga dari bugenvil, bugenvilnya mengambil dari taman perumahan Metro Soekarno Hatta Estate. Beautiful  Handicraft ,bougainvillea flowers. Ide dan cara pembuatan nya berdasarkan buku Terbitan Gramedia Pustaka Utama, Berkreasi dengan Bugenvil. (Bougainvillea Creations)
PIGURA. recycle handicraft,  newspaper, Beautiful  Handicraft , bougainvillea flowers, kerajinan  tangan daur ulang, koran (bekas), bunga bugenvil. Pigura ini terbuat dari karton bekas kemasan Pizza Hut BOG BOX , digunting membentuk pigura foto/lukisan. Permukaannya ditempeli dengan koran bekas yang sudah dipilin. Lalu diberi warna ungu. Setelah kering dihias dengan bunga bugenvil. Ide bugenvil ini terinspirasi buku terbitan Gramedia Pustaka Utama, Berkreasi dengan Bugenvil. (Bougainvillea Creations)


Recycle Handicraft, Beautiful  Handicraft bougainvillea flowers, beautiful Blind, Kerajinan tangan daur ulang, Bunga bugenvil, Tirai  cantik,. Dapat digunakan sebagai tirai sekaligus penghias jendela, atau bisa menjadi hiasan dinding.  Ide dan proses pembuatannya berdasarkan buku terbitan Gramedia Pustaka Utama, Berkreasi dengan Bugenvil. (Bougainvillea Creations)
Recycle Handicraft.Styrofoam Disk, Grass Flower, Beautiful  Handicraft bougainvillea flowers. Kerajinan Tangan daur ulang, Piring Styrofoam, bunga rumput kering, bunga bugenvil kering. Hiasan yang cantik, Bulir bunga rumput dan jengger ayam liar dikeringkan, direkatkan pada permukaan piring gabus/styrofoam bekas. Lau tengahnya ditempeli bunga bugenvil kering. Idenya dan inspirasinya berdasarkan buku terbitan Gramedia Pustaka Utama, Berkreasi dengan Bugenvil. (Bougainvillea Creations)



recycle handicraft, Beautiful  Handicraft bougainvillea flowers, kerajinan tangan daur ulang, untuk wadah pensil. Idenya dan cara pembuatannya berdasarkan buku terbitan Gramedia Pustaka Utama, Berkreasi dengan Bugenvil. (Bougainvillea Creations)

Christmas wreaths , a gift to my  friend .  Beautiful  Handicraft bougainvillea flowers. Krans cantik hadiah buat teman yang natalan, saya buat dari bugenvil . Idenya dan cara-caranya berdasarkan buku terbitan Gramedia Pustaka Utama, Berkreasi dengan Bugenvil. (Bougainvillea Creations)

recycle handicraft, kerajinan tangan daur ulang. Dari kardus bekas, yang dihiasi dengan bunga bugenvil kering dan daun kering. Untuk rendanya saya gunakan  sumbu kompor, yang harganya sangat murah meriah di pasar tradisionil. Untuk menyimpan buku dan majalah.



Christmas wreaths , a gift to my  fiend .  Beautiful  Handicraft, bougainvillea flowers. Krans cantik hadiah buat teman yang natalan, saya buat dari bugenvil . Idenya  dan cara-caranya berdasarkan buku terbitan Gramedia Pustaka Utama, Berkreasi dengan Bugenvil. (Bougainvillea Creations)



Recycle handicraft, Beautiful  Handicraft,its  frame  is made  by  paper pulp,   with   ornamens  bougainvillea flowers.  From Bandung, Indonesia. Hiasan dinding  limbah  bubur kertas , dan bunga bugenvil. Ini adalah karya recycle handicraft, kerajinan tangan daur ulang  prakarya dari limbah kertas dipadukan dengan herbarium daun kayu putih dan bunga-bunga  bugenvil  yang juga diproses seperti membuat  herbarium lebih dulu. Piguranya  dibuat dari limbah kertas HVS yang diolah dulu enjadi bubur kertas. Lalu diberi pewarna merah. Karya ini dibuat oleh anggota komunitas  seni dan daur ulang PKK RW 01 Metro Soekarno Hatta Estate, sebuah perumahan di kawasan Margahayu Raya Bandung Timur, letaknya di Kelurahan Manjahlega , dan Kecamatan Rancasari, Kota Bandung.

Kerajinan tangan ini terinspirasi buku berikut