Daftar Blog Saya

Rabu, 21 September 2016

Suatu Pagi bersama Efi Fitriyyah


Pagi-pagi ada sapaan manis dari Efi Fitriyyah. 

 Efi Fitriyyah

Kebetulan, biasanya  sepagi ini saya memilih tutup mata dari  laptop dan  ponsel.
  
Penasaran, ada apa ya? 

Silaturahmi dan Manisnya Seteguk Nostalgia

Sebuah pagi, Habis  KEKUNOAN alias yang jadul-jadul,   berbau Golden Memories, terbitlah KEKINIAN.

disapa oleh Neng Cantik Efi , eh salah lagi, Mak Efi.... yang tulisan-tulisannya segar KEKINIAN  .

Saya memang baru engeh  istilah KEKINIAN  setelah kenalan dengan Efi . Blogger imut manis yang kreatif ini.

Kalau ditanya soal nostalgia,  .... itu dia dari bagian KEKUNOAN  hobby saya.  Maklum , kadang  kegembiraan kaum ibu dan eyang seperti saya  ada di masa silam .

Saya juga masih bingung, apa itu JAWILIN , (hehehehe sering dengar tapi tidak paham maksudnya) , setelah membacanya, ...ooohhh begitu maksudnya. Semoga saya tidak terlalu gaptek dan tulalit nih.

( eeeh..  Ada colekan buat Neng Cantik  Nchie Hanie  , eh Mak Biker bukan? yang pernah ketemu di Argo Parahyangan Bandung Jakarta , pas saya mengantar anak bungsu saya. Sayang , tidak sempat bersapa lama-lama.... Pulangnya, ketemu lagi di satu gerbong .... )


Sesekali boleh ya  saya libur dulu menulis step by step kerajinan tangannya.... 
Jadi tergoda nih menjiplak Jawilan Nchie Hanie kepada  Efi. Ikutan boleh kan.

1.                    Guru SD yang pertama kali teringat dan Kenangan Asyik bersama Beliau.

Ibu Elisabeth Sri Sukamti,  Dongengan beliau sampai hari ini tidak pernah saya lupakan. Kalau sudah mendongeng, intonasinya, ekspresinya.... membuat  saya serasa  masuk dalam kisah tersebut...... Seperti sedang menyimak sandiwara radio (baheula mah tidak ada hiburan murah seperti siaran televisi belasan channel, TVRI saja  jamnya terbatas, siaran radio jadi andalan, bioskop mahal) . 

Guru yang penyabar dan lemah lembut ini membuat saya kangen dan ingin cepat ke sekolah sepagi mungkin. Cara beliau mendongeng  itulah dnegan intonasi yang menghanyutkan , menginspirasi saya jadi suka menulis dan bertahan 10 tahun kerja paruh waktu sebagai penyiar radio swasta.

2.                  Teman SMP yang pertama kali teringat dan cerita asyik dengannya ,
Ini jawaban tersulit. Soalnya bakal lebih dari satu. Karena harus memilih salah satu, dia adalah Hira, teman yang rumahnya  lumayan dekat, di jalan Hariangbangga. Kalau dia sudah bercerita ini itu, asyik sekali menyimaknya. Lalu saya juga cerita ingin jadi detektif dan petualang alam , walau akhirnya sampai hari ini tak pernah tercapai cita-cita saya itu.
Hira (Megananda Hirania) mau menemani saya menyusuri tempat bersuasana alam di Dago pojok. Makan bareng di Bale Kambang  yang memiliki pepohonan besar.
Atau mengamat-amati  orang-orang yang saya anggap mencurigakan untuk diselidiki... hihihi saya terobsesi dengan    cerita  5 sekawan (novel detektif anak-anak /remaja) , Tintin , dan novel Shidney Sheldon. Padahal orang yang saya anggap tokoh mencurigakan itu tidak  berbahaya....
Kami suka membaca novel dan suka bergantian. Sampai waktu memisahkan kami.  Sekarang Hira sudah jadi doktergigi dan mengajar di sebuah sekolah tinggi perawat gigi.
Mirip yang diceritakan Efi, saya betah sekali main di rumah Hira berlama-lama, di Jalan Hariangbangga.

3.                  Kuliner yang pertama kali saya teringat adalah  Roti bakar  jalan tikungan jalan Merdeka – Riau (RE Martadinata)..
Tahun 1970an  di “Merdeka Motor” ada warung tenda kaki lima yang menjual Roti Bakar setiap senjakala hingga malam. Lampu penerangannya petromax, lampu minyak tanah yang dipompa pompa sampai menjadi terang mirip lampo neon. Rotinya isi selai kacang, coklat, meises , dan keju. Kejunya lumer di lidah, dicelupkan di susu segar panas. Menteganya jadi ikut lumer dan rasanya enak sekali.
4.                 Terakhir kali baca koran edisi cetak.
Pikiran Rakyat dan Kompas. Terakhir saya membacanya pagi tadi. Membaca edisi cetak rasanya lebih nyaman untuk yang matanya sudah menua seperti saya,    karena kalau harus membuka komputer dan smartphone  beda rasanya.

5.                  Jika  sempat meletakkan gadget?
Duh Neng Efi, ari saya mah lebih banyak meletakkan gadgetnya.  Soalnya pekerjaan rumah tangga kan banyak, sama biasalah ke pasar tradisional, sasapu, nyeuseuh....  Terus itu tugas bikin laporan ibu-ibu (hehehe)..... Jadi gadget saya mah paling jelang shalat subuh fokus gadgetnya. Sudah itu baru pegang gadget kalau  kerjaan emak-emak nya sudah beres.
Kalau lihat sekeliling, suka lihat  burung-burung liar yang ceria di pepohonan taman  perumahan. Tahu-tahu ada  yang memburu burung untuk dijual. Dimasukkan perangkap. Kasihan itu burung-burung, sudahlah  habitatnya rusak dan habis, masih di buru pula. Maka saya tegur itu  orang. Dengan cara santun tentunya.

6.                  Angkutan Umum yang terakhir kali dinaiki. Angkot jurusan Ledeng Margahayu Raya. Perjalanan naik angkot untuk saya mengasyikkan saja. Tinggal duduk,  tidak perlu fokus seperti kalau sedang nyetir, bisa ketiduran, dan santai.
Tapi ada juga  tidak enaknya. Seperti pengalaman Efi, biasanya angkot memang suka jadi si Raja Ngetem. Tapi sekali maju ugal-ugalan dan kalau mengerem seenaknya saja. Sampai para penumpang  berbenturan.
Hanya saja kalau jurusan Margahayu Ledeng tidak terlalu punya sifat Si Raja Ngetem seperti yang lainnya. Kadang penumpang di dalam suka ogah bergeser jika ada penumpang baru naik. Makanya sering penumpang belum sempat duduk angkotnya sudah maju..... wuaaaalaaaah.

7.             Apakah sempat melihat matahari terbit. Tentu saja, kan kalau pagi buka jendela dan gorden. Terus  membuka pagar, mendadak jadi tukang parkir ketika suami dan anak-anak berangkat.
Hanupis ya Neng Efi , udah diajak bernostalgia

4 komentar:

  1. Waaah, seru nih pengalamannya, banyak yg dipetik dari nostalgia yang sering at yq

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju Cerita Bunda , semoga bermanfaat bagi yang baca

      Hapus
  2. Perasaan udah ninggalin komen, eh ternyata belum ini. Duh maaf teh hehhehehe. Roti Bakarnya masih ada ga, ya? Jadi keingetan novel Dilan sama Milea ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi biasa Neng, sama Teteh juga suka lupa.... Roti bakarnya sudah tidak ada. Roti selenak itu mirip roti bakar Cari Rasa Kosambi lho.

      Hapus